Jakarta -
Lagi menikmati susu kedelai, wanita ini kehilangan selera usai mengaku menemukan hewan di pesanannya. Ternyata ada anak kecoak di dasar cangkir!
Penemuan hewan di makanan sering kali bikin selera drop hingga berakhir mual atau muntah. Pengalaman menjijikkan inilah yang baru dialami seorang wanita di Singapura.
Mengutip Mothership SG (30/7/2026), Ruley Rhonda Tay curhat di Facebook mengenai insiden dirinya dan orang tua saat beli 3 cup susu kedelai dari restoran Taiwan, Alley Wei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka membelinya dari cabang Tampines Mall pada 20 Juli 2026, sekitar pukul 14.40 waktu setempat.
Tay mengatakan orang tuanya biasanya tidak membuka tutup cangkir mereka. Mereka langsung menghabiskan minuman,
Namun dirinya berbeda. Ia terbiasa membuka tutup cangkir sebelum minum. Saat Tay endak menghabiskan minumannya, dia melihat sesuatu yang tampak seperti bayi kecoak di dasar cangkir.
Orang tua Tay pun khawatir. Mereka menduga berapa banyak kecoak yang mungkin mereka sudah konsumsi tanpa sadari.
Akhirnya, mereka kembali ke restoran sekitar pukul 17.50 untuk mengadukan temuan ini. Tay bilang, petugas kasir restoran minta maaf dan menawarkan pengembalian uang dan minuman pengganti.
Bahkan kasir itu sampai mengulangi tawaran 4 kali. Namun Tay menolak.
Ia memilih bercerita di Facebook. Tay dan orang tuanya menginginkan permintaan maaf publik melalui platform media sosial perusahaan.
Dalam tangkapan layar yang diunggah di Facebook, Tay juga menulis bahwa ia telah mengirimkan aduan kepada Badan Pangan Singapura (SFA).
Ia memberi tenggat waktu 24 jam agar pihak restoran Alley Wei mengeluarkan permintaan maaf publik.
Menyoal dampak dari insiden ini, Tay mengatakan ia dan orang tuanya muntah selama 4 hari penuh karena merasa jijik dan fobia mental membayangkan anak kecoak ada di dalam minuman.
Sementara itu, pihak restoran juga memberikan pandangan. Juru bicara Alley Wei mengatakan minuman tersebut dibeli Tay untuk dibawa pulang, baru kemudian 3 jam setelahnya dikembalikan.
Karena itu, mereka tidak dapat memastikan apakah anak kecoak berasal dari tempat usaha mereka atau bukan. Pihak restoran menambahkan, rajin melakukan pembersihan dan pengendalian hama.
Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa mereka secara pribadi berbicara dengan pelanggan melalui telepon untuk lebih memahami kekhawatirannya sebelum masalah tersebut diangkat ke publik.
"Mengingat pelanggan telah memilih untuk mempublikasikan masalah ini, meskipun kami telah berupaya menyelesaikannya secara pribadi, rekomendasi kami adalah membiarkan situasi mereda secara alami kecuali ada perkembangan lebih lanjut yang memerlukan perhatian kami," kata pihak restoran.
(adr/adr)
Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
02 August 2026 14:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Leopold Aschenbrenner sempat menjadi buah bibir di Silicon Valley dan Wall Street. Mantan peneliti OpenAI ini dianggap mampu melihat masa depan kecerdasan buatan lebih cepat daripada kebanyakan investor.
Hedge fund AI miliknya, Situational Awareness, bahkan berkembang dari pemain baru dengan portofolio ratusan juta dolar menjadi pengelola eksposur investasi bernilai puluhan miliar dolar.
Namun, penggunaan leverage besar membuat pertumbuhan itu berakhir dramatis. Situational Awareness dilaporkan sempat memiliki aset dan eksposur hingga US$45 miliar atau sekitar Rp810 triliun, menggunakan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.
Dalam hitungan hari, nilainya menyusut menjadi sekitar US$10 miliar setelah fund tersebut terpaksa menjual portofolio saham publik berleveragenya. Citadel milik miliarder Ken Griffin kemudian masuk sebagai pembeli dengan harga diskon, menurut laporan CNBC Internasional.
Angka tersebut merujuk pada aset atau holdings yang dilaporkan CNBC Internasional. Nilai US$35 miliar yang menyusut bukan seluruhnya uang tunai investor, tetapi juga mencerminkan penurunan harga pasar, pengurangan posisi dan eksposur yang sebelumnya dibangun menggunakan utang.
Situational Awareness dilaporkan menggunakan leverage hingga sekitar 400%. Leverage membuat keuntungan melonjak saat pasar naik, tetapi memperbesar kerugian ketika harga saham bergerak turun.
Ken Griffin dan Citadel tidak mengambil alih perusahaan Situational Awareness.
Citadel tidak membeli nama perusahaan, tim pengelola, kontrak investor ataupun seluruh asetnya. Perusahaan tersebut membeli portofolio saham publik yang harus dilepas Situational Awareness untuk memenuhi margin call dan mengurangi utang.
Saat ini portofolio ekuitas publik Situational Awareness dijual kepada Citadel di tengah tekanan terhadap saham semikonduktor dan perusahaan AI.
Situational Awareness masih mempertahankan investasi privatnya, terutama kepemilikan bernilai miliaran dolar di Anthropic. Dengan demikian, Citadel memborong aset yang terpaksa dijual, bukan mengambil alih hedge fund tersebut.
Aschenbrenner memiliki latar belakang yang tidak lazim bagi pengelola investasi puluhan miliar dolar.
Pria kelahiran Jerman itu menyelesaikan sekolah menengah atas pada usia 15 tahun. Ia kemudian belajar ekonomi serta matematika-statistika di Columbia University dan lulus sebagai valedictorian pada 2021.
Aschenbrenner sempat bekerja di Future Fund, lembaga filantropi milik perusahaan kripto FTX. Pada 2023, ia bergabung dengan tim Superalignment OpenAI untuk mempelajari cara mengendalikan sistem AI yang kecerdasannya dapat melampaui manusia.
Kariernya di OpenAI berakhir pada 2024 akibat dugaan pembagian informasi internal secara tidak semestinya. Aschenbrenner membantah karakterisasi tersebut dan mengatakan dirinya sedang menyampaikan kekhawatiran mengenai keamanan internal OpenAI.
Beberapa pekan kemudian, ia menerbitkan manifesto sepanjang 165 halaman berjudul Situational Awareness: The Decade Ahead.
Dalam tulisan tersebut, Aschenbrenner memperkirakan artificial general intelligence atau AGI dapat hadir sekitar 2027. Ia juga memprediksi perusahaan teknologi akan menghabiskan triliunan dolar untuk membangun pusat data, pembangkit listrik dan chip AI.
Popularitas tulisan itu membantunya mengumpulkan modal. Pada Juli 2024, ia mendirikan hedge fund Situational Awareness dengan dana awal sekitar US$225 juta dari sejumlah tokoh teknologi, termasuk pendiri Stripe Patrick dan John Collison, mantan CEO GitHub Nat Friedman serta investor Daniel Gross.
Dokumen SEC memperlihatkan seberapa agresif Situational Awareness memperbesar portofolionya.
Namun, nilai 13F tidak boleh langsung disebut AUM. Laporan tersebut hanya mencakup efek tertentu yang diperdagangkan di Amerika Serikat. Posisi short, kas, utang, sejumlah saham asing dan investasi privat seperti Anthropic tidak terlihat secara lengkap.
Berdasarkan filing SEC, nilai portofolio yang dilaporkan naik dari US$254,8 juta pada akhir 2024 menjadi US$13,68 miliar pada Maret 2026. Artinya, eksposur 13F berkembang sekitar 53,7 kali lipat atau 5.267%.
Pertumbuhan tercepat terjadi pada Q1 2025, ketika nilai portofolio hampir naik empat kali lipat. Setelah tumbuh lebih dari 90% selama dua kuartal berikutnya, ekspansi melambat pada akhir 2025 sebelum kembali melonjak 147,9% pada Q1 2026.
Lonjakan nilai 13F pada Q1 2026 tidak sepenuhnya berasal dari pembelian saham biasa atau masuknya uang investor baru.
Nilai saham biasa justru turun sekitar 1,5% dibandingkan Q4 2025. Sebaliknya, nilai efek yang terkait dengan opsi put melonjak dari sekitar US$8,9 juta menjadi US$8,46 miliar.
Posisi tersebut mencakup put terhadap ETF semikonduktor VanEck serta perusahaan seperti Nvidia, Oracle, Broadcom, AMD, Micron, TSMC dan ASML.
Karena itu, kenaikan total sebesar 147,9% tidak dapat disimpulkan sebagai pertumbuhan AUM sebesar persentase yang sama. Nilai pelaporan opsi juga tidak identik dengan uang tunai yang dikeluarkan untuk membeli kontraknya.
Nilai 13F Q2 2026 belum tersedia per 2 Agustus 2026. Filing yang menggambarkan posisi pada 30 Juni baru jatuh tempo sekitar pertengahan Agustus.
Angka US$45 miliar yang dilaporkan CNBC juga bukan nilai resmi 13F Q2. Angka itu merupakan estimasi aset atau eksposur bruto Situational Awareness pada awal Juli, setelah memperhitungkan posisi di luar cakupan laporan 13F.
Dengan demikian, perbandingan langsung antara US$13,68 miliar pada Q1 dan US$45 miliar pada awal Juli dapat menyesatkan karena keduanya menggunakan cakupan pengukuran berbeda.
Penjualan kepada Citadel terjadi pada akhir Juli. Artinya, filing Q2 kemungkinan masih memperlihatkan portofolio sebelum pembongkaran besar. Dampak penjualan tersebut baru akan terlihat lebih jelas dalam laporan Q3 2026.
Masalah muncul ketika saham semikonduktor, memori dan penyedia komputasi AI berbalik turun. SK Hynix dan CoreWeave termasuk nama yang dilaporkan terpukul.
Karena sebagian posisi dibiayai utang, penurunan harga memperkecil nilai jaminan yang ditempatkan kepada bank. Situational Awareness pun diminta menambah modal atau mengurangi posisi.
Fund itu sempat mencari dana baru dan berhubungan dengan Bank of America, Goldman Sachs serta JPMorgan Chase. Namun, tekanan pasar bergerak lebih cepat. Portofolio saham publik berleveragenya akhirnya dijual kepada Citadel. Millennium Management juga dilaporkan sempat mengajukan penawaran.
CNBC tidak memperoleh komentar terbuka dari pegawai Situational Awareness yang masih aktif. Namun, media tersebut mewawancarai mantan kolega dan orang-orang yang mengenal Aschenbrenner.
Scott Aaronson, ilmuwan komputer yang pernah bekerja di OpenAI, mengatakan Aschenbrenner tampaknya sedang mencoba melakukan hal benar ketika menyuarakan kekhawatiran mengenai keamanan perusahaan.
Sofia Montrone, teman seangkatannya di Columbia, menggambarkan Aschenbrenner sebagai pribadi sangat cerdas, tetapi canggung secara sosial.
Sementara itu, praktisi Wall Street Jerry Diao mengatakan kehancuran tersebut bukan persoalan "apakah", melainkan "kapan". Menurutnya, prediksi Aschenbrenner mengenai AI mungkin benar dalam jangka panjang, tetapi investor tetap harus mampu bertahan menghadapi pergerakan pasar jangka pendek.
Itulah ironi terbesar kasus ini. Situational Awareness mungkin mampu melihat masa depan AI, tetapi penggunaan leverage membuatnya kehabisan waktu sebelum ramalan tersebut menjadi kenyataan.
(gls/luc)
Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang kerap hanya berpegang pada tanda zodiak Matahari (Sun Sign) saat mencari pemahaman tentang kecocokan dalam sebuah hubungan. Namun, para ahli astrologi dan peneliti hubungan luar negeri mengungkapkan bahwa kunci untuk menggali kompatibilitas sejati jauh lebih kompleks, melibatkan apa yang dikenal sebagai "Big Three" astrologi. Konsep ini mencakup tanda Matahari, tanda Bulan (Moon Sign), dan tanda Ascendant (Rising Sign) seseorang.
Ketiga elemen ini dianggap membentuk tulang punggung psikologis yang krusial dalam dinamika hubungan. Pemahaman mendalam terhadap "Big Three" ini melampaui sekadar ketertarikan di permukaan, menawarkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai bagaimana dua individu dapat berinteraksi secara mendalam.
"Untuk lebih memahami esensi kompatibilitas hubungan astrologi, yang terbaik adalah memulai dengan 'tiga besar'," demikian dijelaskan oleh tim Astroo AI pada tahun 2026. Posisi Matahari, Bulan, dan tanda Ascendant seseorang memang dikenal sebagai tiga besar dalam astrologi, yang membentuk tulang punggung psikologis dinamika hubungan.
Tanda Matahari, yang ditentukan oleh tanggal lahir, merepresentasikan identitas inti, ekspresi ego, serta arah hidup seseorang. Ini adalah kepribadian dasar yang menunjukkan bagaimana individu memandang dirinya sendiri dan apa yang dicari dalam kehidupannya.
Kecocokan berdasarkan tanda Matahari dapat menjadi indikator awal apakah dua orang merasa dipahami dan dihormati secara fundamental dalam suatu hubungan. Meskipun penting, fokus eksklusif pada kecocokan Matahari-ke-Matahari hanya menyentuh aspek dasar ini.
Berbeda dengan Matahari, tanda Bulan menyoroti kebutuhan emosional, pola keterikatan, dan reaksi naluriah seseorang. Ini mencerminkan dunia batin individu, termasuk cara mencari kenyamanan dan keamanan, serta bagaimana seseorang memberi dan menerima keamanan emosional.
Para ahli menekankan bahwa kompatibilitas Bulan seringkali jauh lebih krusial untuk keberlangsungan hubungan jangka panjang dibandingkan dengan kompatibilitas Matahari. Hal ini karena tanda Bulan secara spesifik mengungkapkan mekanisme pasangan dalam memberikan dan menerima keamanan emosional satu sama lain.
Tanda Ascendant atau Rising Sign membentuk kesan pertama yang diberikan seseorang, gaya komunikasinya, dan kecepatan relasionalnya. Tanda ini sering diibaratkan sebagai "topeng" yang dikenakan seseorang saat berinteraksi dengan dunia luar.
Melalui tanda Ascendant, orang lain akan melihat individu pada pertemuan pertama, dan hal ini juga menjelaskan mengapa seseorang mungkin langsung merasa tertarik pada orang lain.
Melihat ketiga elemen "Big Three" secara bersamaan memberikan gambaran yang lebih berlapis dan realistis mengenai pertumbuhan suatu hubungan. Sebagai contoh, sepasang kekasih mungkin memiliki tanda Matahari yang berlawanan, namun hubungan mereka tetap dapat berjalan baik jika tanda Bulan mereka selaras secara emosional.
Kesesuaian juga bisa terjadi jika tanda Ascendant mereka memicu ketertarikan yang kuat. Sebaliknya, kecocokan tanda Matahari yang sempurna tidak selalu menjamin hubungan yang mulus, terutama jika tanda Bulan yang tidak cocok menyebabkan ketidaksesuaian emosional yang signifikan.
Astrologer Alice Sparkly Kat menyarankan pendekatan yang berbeda untuk hasil kompatibilitas terbaik, yaitu membandingkan tanda Matahari seseorang dengan tanda Bulan pasangannya, dan sebaliknya. Menurutnya, jika tanda Matahari Anda berada pada tanda yang sama dengan Bulan seseorang, Anda membuat orang tersebut merasa nyaman menjadi dirinya sendiri.
Meskipun "Big Three" menawarkan fondasi yang kuat, bagan kelahiran lengkap mencakup detail lebih lanjut yang memengaruhi kompatibilitas hubungan astrologi. Posisi planet-planet tertentu seperti Venus, yang melambangkan cinta dan ketertarikan, serta Mars, yang mewakili gairah dan dorongan, juga memainkan peran penting dalam dinamika romantis. Selain itu, Rumah ke-7 dalam astrologi, yang dikenal sebagai Rumah Pernikahan dan Kemitraan, memberikan wawasan tentang jenis hubungan yang ditarik seseorang dan kualitas pasangan idealnya. Pada akhirnya, astrologi berfungsi sebagai alat untuk pertumbuhan, bukan takdir yang kaku, membantu individu memperoleh kejelasan tentang kekuatan dan pelajaran dalam hubungan mereka.
Surabaya (ANTARA) - Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 terbakar di wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu pagi, saat berlayar dari Surabaya menuju ke Makassar.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit P.H., S.IP., M.M. dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa perusahaan mendapatkan informasi dari nakhoda bahwa kapal itu terbakar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, saat kapal berada di ujung utara Madura.
"Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," katanya.
Nanang mengatakan, petugas siaga Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB menerima informasi dari Syahbandar Tanjung Perak berkenaan dengan kapal yang terbakar di perairan utara Madura.
Pada pukul 08.25 WIB, PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 yang membawa sekitar 250 penumpang dan awak kapal mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju ke Makassar.
Setelah menerima laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya langsung berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk mengetahui posisi terakhir kapal.
Pos SAR Sumenep juga berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget guna mempercepat upaya pencarian.
Pada pukul 09.45 WIB, petugas Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi menyebutkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi.
Saat itu kondisi sebagian kapal dilaporkan sudah terbakar, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal.
Namun, Kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.
Baca juga: Polisi selidiki penyebab kebakaran Kapal SAR di galangan Muara Baru
Upaya evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 kemudian dilakukan oleh awak TB Hasnur 26.
TB Hasnur 26 pada pukul 09.59 WIB mulai mengevakuasi para penumpang, sementara Pos SAR Sumenep mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi kejadian.
Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang dilaporkan nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor.
Sedikitnya ada empat kapal yang berada di sekitar lokasi kapal yang nahas untuk untuk membantu proses penyelamatan penumpang dan awak kapal.
Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi bersama tim penyelamat Kantor SAR Surabaya diberangkatkan menuju ke lokasi kapal nahas pada pukul 09.55 WIB dan diestimasi tiba di lokasi kejadian dalam waktu sekitar enam jam setelah berangkat.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi penumpang masih berlangsung.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun penyebab pasti kebakaran kapal Mutiara Sentosa 2.
"Seluruh unsur SAR bersama instansi terkait masih melakukan operasi penyelamatan di lokasi kejadian," kata Nanang.
Baca juga: KMP Mutiara Sentosa mati mesin, Basarnas Lampung evakuasi penumpang
Baca juga: KM Dahlia F3 tenggelam di sungai Mahakam, semua penumpang selamat
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Aston Villa memang berhasil meraih kemenangan 3-1 saat melawan Indonesia All Stars yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (1/7/2026).
Meski meraih kemenangan, Unai Emery mengatakan tujuan utama Aston Villa bukan hanya meraih hasil di lapangan, tetapi juga memberikan kesempatan bermain yang merata kepada seluruh pemain.
Setiap pemain Aston Villa mendapat jatah tampil selama 45 menit demi menjaga ritme pertandingan dan kondisi fisik.
Ia menilai pertandingan berlangsung dengan intensitas yang sesuai harapan. Indonesia All Stars juga dinilai mampu memberikan perlawanan sehingga laga berjalan kompetitif.
"Kami berhasil mencapai tujuan yang kami inginkan, yaitu memberikan kesempatan bermain kepada para pemain yang kami bawa dengan membagi masing-masing 45 menit agar mereka mendapatkan ritme pertandingan yang dibutuhkan," kata Unai Emery selepas laga.
https://www.akurat.co/photos/1379/aston-villa-kalahkan-indonesia-all-star
"Lawan juga menunjukkan kualitas dan permainan sepakbola yang bagus. Secara taktik mereka mampu memberikan tantangan kepada kami. Saya rasa para pendukung juga menyaksikan pertandingan yang menarik."
Pelatih asal Spanyol itu juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan sepakbola Indonesia. Menurutnya, performa para pemain Indonesia tidak membuatnya terkejut.
Emery mengungkapkan sebelum pertandingan ia sempat berdiskusi dengan seorang pelatih asal Spanyol yang bekerja di Jakarta.
Dari pembicaraan tersebut, ia mendapat informasi bahwa kualitas sepak bola Indonesia terus mengalami peningkatan.
"Itu bukan sebuah kejutan. Pagi tadi kami sempat berbicara dengan seorang pelatih asal Spanyol yang bekerja di Jakarta. Dia mengatakan kepada kami bahwa sepakbola Indonesia berkembang sangat pesat," ujar Emery.
"Para pemain yang tampil hari ini menunjukkan kemampuan dan kualitas individu yang baik. Mereka bermain dengan organisasi yang rapi dan level permainan yang mereka tampilkan saat menghadapi kami sangat baik."
Saat ditanya apakah ada pemain Indonesia yang paling menarik perhatiannya, Emery memilih tidak menyoroti individu tertentu. Ia justru memberikan pujian kepada penampilan kolektif tim Indonesia All Stars.
Menurut Emery, organisasi permainan yang diperlihatkan para pemain Indonesia menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Selain itu, ia juga mengapresiasi semangat para pemain saat bersaing sepanjang pertandingan.
"Saya mengapresiasi cara mereka bermain secara taktis. Saya juga menghargai semangat mereka untuk bersaing sebagai sebuah tim. Mereka menunjukkan permainan kolektif yang baik," tutur Emery.
Pujian tersebut menambah daftar kesan positif Emery selama menjalani lawatan bersama Aston Villa ke Indonesia.
Baginya, pertandingan tersebut menjadi ajang yang bermanfaat bagi kedua tim untuk mengukur kemampuan sekaligus menjaga kesiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Jakarta (ANTARA) - Bocoran informasi terbaru mengenai Samsung Galaxy S26 FE mengungkap spesifikasi sistem kamera yang diperkirakan akan dipasang pada ponsel tersebut.
Gizmochina pada Sabtu (1/8) mengutip laporan Android Authority yang menyebutkan bahwa Galaxy S26 FE akan menggunakan kamera utama 50 megapiksel Samsung ISOCELL S5KGN3 seperti Galaxy S24 FE dan Galaxy S25 FE.
Sensor berukuran 1/1,57 inci dengan piksel 1 mikrometer itu memiliki bukaan lensa f/1.8, panjang fokus setara 24 mm, serta dukungan teknologi dual-pixel phase detection autofocus (PDAF) dan optical image stabilization (OIS).
Untuk kamera telefoto, Galaxy S26 FE akan menggunakan sensor OmniVision OV08A1 beresolusi 8 megapiksel yang mendukung pembesaran optik 3x dan bukaan f/2.4 serta dilengkapi dengan PDAF dan OIS.
Selain itu, ponsel dikabarkan akan dibekali dua sensor 12 megapiksel, yakni Galaxy Core GC12A2 dan Sony IMX825. Namun, belum diketahui mana yang akan digunakan sebagai kamera ultra-wide maupun kamera depan.
Karena pada ponsel Samsung sebelumnya Sony IMX825 digunakan sebagai kamera swafoto, maka pada Galaxy S25 FE mungkin akan digunakan untuk sensor kamera depan.
Galaxy Core GC12A2, yang sebelumnya digunakan pada Galaxy A37, kemungkinan akan berfungsi sebagai sensor kamera ultra-wide.
Seluruh kamera pada Galaxy S26 FE dikabarkan mendukung perekaman video 4K hingga 60 frame per detik (fps). Kamera utamanya juga mampu merekam video 8K pada 30 fps.
Galaxy S26 FE dirumorkan akan menggunakan chipset Exynos 2500 berbasis proses fabrikasi 3 nanometer dan baterai 4.900 mAh yang mendukung teknologi pengisian cepat 45 watt.
Ponsel tersebut diperkirakan mengusung layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan resolusi tinggi dan refresh rate 120Hz.
Samsung diperkirakan meluncurkan Galaxy S26 FE sekitar 1 September 2026.
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan nasional melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Minggu menegaskan bahwa zakat memiliki peran ganda yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinnekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," katanya.
Sodik menilai ZIS bisa menjadi wadah untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong melalui gerakan zakat sebagai ikhtiar bersama mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Lebih lanjut, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar turut mengapresiasi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga filantropi di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan filantropi dan zakat nasional terus menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyebut capaian pengelolaan dana keagamaan terus menunjukkan kinerja yang positif.
"Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik," ujarnya.
Menag melanjutkan, ikhtiar merawat kerukunan telah membuahkan hasil yang membanggakan. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur.
Menurut dia, capaian itu juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47 dan semakin mendekati target akhir 2029 sebesar 78,25. Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.
"Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," tutur Menag Nasaruddin Umar.
Baca juga: Baznas raih penghargaan Top Brand untuk lembaga zakat indeks tertinggi
Baca juga: Baznas-Kemnaker beri pelatihan kerja bagi warga difabel di Boyolali
Baca juga: Baznas-KP2MI perkuat kolaborasi pengelolaan zakat pekerja migran
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:57 WIB
Jakarta, VIVA – Progres pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Yudisial (KY) di kawasan yudikatif Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 12,41 persen.
Baca Juga
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kawasan yudikatif dimulai pada Desember 2025 sebagai bagian dari konstruksi tahap kedua pembangunan IKN.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kawasan yudikatif IKN mulai resmi dibangun pada Desember 2025, dalam pembangunan konstruksi tahap dua," ujar Basuki, Minggu 2 Agustus 2026.
Baca Juga
Basuki menjelaskan kawasan yudikatif berdiri di atas lahan sekitar 15 hektare. Area tersebut akan menampung Gedung Mahkamah Agung, Plaza Keadilan, Gedung Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, masjid, serta jalan kawasan.
Secara keseluruhan, rata-rata progres pembangunan gedung di kawasan yudikatif telah mencapai 11,8 persen. Sementara itu, pembangunan jalan kawasan sepanjang 7,8 kilometer telah mencapai 27,6 persen.
Baca Juga
"Khusus kemajuan pembangunan fisik Gedung MK dan Komisi Yudisial rata-rata 12,41 persen," kata Basuki.
Gedung MK dibangun dengan luas sekitar 44.691 meter persegi. Bangunan tersebut akan dilengkapi ruang sidang pleno berkapasitas 400 orang, ruang rapat permusyawaratan hakim, ruang kerja kelembagaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan kawasan yudikatif atau pusat lembaga penegak hukum di KIPP IKN menelan anggaran sekitar Rp3,1 triliun.
Seluruh proyek ditargetkan selesai pada Desember 2027 agar dapat mendukung operasional penuh ibu kota baru pada 2028.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Optimis pembangunan IKN sesuai jadwal atau target yang telah ditentukan," kata Hakim Konstitusi Arsul Sani saat meninjau pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif IKN, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon di kawasan tersebut.
Kawasan yudikatif IKN berada di sisi barat Istana Negara KIPP IKN dan berhadapan dengan kawasan legislatif.
VIVA.co.id
1 Agustus 2026
Minggu, 02 Agustus 2026, 13:56 WIB
Warta Ekonomi, Cilacap -
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap berhasil menekan emisi karbon sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen hingga Juni 2026 melalui optimalisasi pemanfaatan gas suar (flare).
Inovasi tersebut juga menghasilkan penghematan biaya bahan bakar sekitar US$10.387 per hari setelah gas yang sebelumnya dibakar dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi operasional kilang.
Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Andi Krishnanta Wijaya mengatakan optimalisasi gas suar merupakan hasil inovasi pekerja untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.
"Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang," jelas Andi, Sabtu (1/8/2026).
Andi menjelaskan Kilang Cilacap memiliki lima titik gas suar yang berada di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).
Menurutnya, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare kini dimanfaatkan sebagai *fuel gas di Kilang I dan Kilang II. Selain itu, off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC dimanfaatkan sebagai bahan baku Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU).
Optimalisasi tersebut mampu menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata 1.698 normal meter kubik (Nm³) per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi itu setara dengan penghematan biaya bahan bakar sekitar US$10.387 setiap hari.
Selain memberikan manfaat ekonomi, inovasi tersebut juga berdampak pada masyarakat di sekitar kilang.
“Dari aspek sosial, nyala api gas suar yang semakin kecil juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang karena aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibanding sebelumnya,” imbuh Andi.
Dari sisi lingkungan, hingga Juni 2026 inovasi tersebut telah menurunkan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen atau setara dengan kemampuan penyerapan karbon lebih dari 76 ribu pohon.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap Agustiawan mengatakan transformasi operasional kilang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Distribusi Energi di Jawa Bagian Barat Tetap Andal
Baca Juga: Pertamax Turun Lagi, Akankah Harga BBM Terus Melandai?
"Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Khusus aspek sosial yang berhubungan dengan masyarakat, efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” kata Agustiawan.
Menurutnya, penghematan yang diperoleh dari inovasi tersebut akan mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian meringkus lima pelaku tawuran bersenjata tajam saat melakukan patroli di Jalan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), pada Minggu (2/8/2026) dini hari.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, kelima pemuda itu diamankan saat berusaha kabur setelah terlibat tawuran.
"Petugas bergerak cepat membubarkan tawuran dan mengamankan lima pemuda yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut," kata Henik saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (2/8/2026), demikian dikutip dari Antara.
Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah celurit, satu bilah pedang, satu corbek, satu gayung yang diduga digunakan untuk membawa cairan berbahaya, serta tiga unit sepeda motor.
"Seluruh pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar Henik.
Dia menegaskan patroli rutin pada jam-jam rawan terus dilakukan untuk mencegah kriminalitas, seperti tawuran yang meresahkan masyarakat.
Menurut dia, kehadiran personel Brimob di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menciptakan rasa aman di setiap wilayah.
"Kami terus meningkatkan patroli preventif dan menindak tegas setiap aksi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. Sinergi dengan seluruh fungsi kepolisian terus diperkuat agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin sebelum menimbulkan korban," tutur Henik.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melapor apabila menemukan indikasi tawuran, kepemilikan senjata tajam, maupun tindak kriminal lainnya melalui layanan kepolisian 110 atau kepada petugas kepolisian terdekat.
Henik menekankan respons cepat masyarakat dan aparat merupakan kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Jakarta.