Jakarta (ANTARA) - Kejaksaan Agung menggeledah sejumlah lokasi, termasuk kantor pihak swasta Don Ritto di Jakarta Selatan, dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat tersangka Febrie Adriansyah.
“Saat ini, tim penyidik (Tim 9) melakukan penggeledahan kantor DR dan rekan di Jakarta Selatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Selain kantor Don Ritto, penyidik juga menggeledah rumah tersangka Nurman Herin di Depok, Jawa Barat, serta kantor PT HI, PT PIS, PT KPE, dan PT SME di Jakarta Selatan.
Pada hari yang sama, penyidik turut memeriksa empat saksi, yakni T, ER, DH, dan HH yang merupakan pihak swasta.
Anang mengatakan seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta menelusuri aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.
Ia menegaskan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah serta prinsip kehati-hatian.
"Tim penyidik akan terus menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada publik sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.
Dalam perkara dugaan TPPU tersebut, penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dan pihak swasta Nurman Herin.
Penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 yang diterbitkan pada 20 Juli 2026.
Surat perintah penyidikan itu diterbitkan setelah Kejaksaan Agung menerima pelimpahan berkas perkara dan barang bukti dari Polri berupa emas seberat 74 kilogram serta uang valuta asing senilai ratusan miliar rupiah.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung juga menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (sprindik) setelah menerima pengalihan perkara dari Polri.
Ketiga surat perintah penyidikan tersebut meliputi perkara dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU di PT KNI, dugaan korupsi tata kelola batu bara di PLTU yang diduga memicu pemadaman listrik, serta dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PT Asabri.
Dalam perkara PT Asabri, Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU, sedangkan Don Ritto ditetapkan sebagai tersangka TPPU.
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Senin, 3 Agustus 2026 - 21:30 WIB
VIVA –Kasus dugaan perekaman tanpa izin yang dilakukan oleh konten kreator Ebem Martono yang merekam usher atau SPG dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia mendapat kritik keras dari berbagai pihak.
Baca Juga
Menyusul dengan permasalahan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan kreator konten yang merekam video tanpa persetujuan dari pihak yang bersangkutan bisa disebut melanggar Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Terkait dengan perekaman tanpa izin terhadap seorang perempuan ini juga kita mendapat banyak masukan. Pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap Undang-Undang PDP yang pertama, dan yang kedua pelanggaran terhadap etika," kata Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin 3 Agustus 2026.
Baca Juga
Untuk diketahui, UU PDP, wajah dan citra diri termasuk sebagai data pribadi bersifat biometrik dan itu harus dilindungi karena wajah merupakan data unik yang melekat pada identitas fisik seseorang. Maka dari itu, perekaman wajah tanpa izin oleh kreator konten terhadap pihak terkait dapat menjadi bentuk pelanggaran regulasi yang berlaku di Indonesia
Di sisi lain terkait dengan dalil konten kreator yang menyebut video diambil di ruang publik, tetap saja hal itu melanggar ketentuan UU PDP.
Baca Juga
"Jadi tidak boleh ada orang yang merekam tanpa izin meskipun di ranah publik. Ini kasusnya kurang lebih sama dengan ketidaknyamanan yang disampaikan teman-teman misalnya yang sedang olahraga di jalan-jalan raya kemudian direkam tanpa izin. Jadi kita akan berlakukan ini sebagai hal yang sama," kata Meutya.
Dalam hal pelanggaran etika, kasus ini menurut Meutya telah melanggar keamanan bagi perempuan di ruang publik. Padahal seharusnya dalam pembuatan konten yang positif, kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan justru harus dilindungi.
"Dalam kerangka menjaga tidak hanya perempuan ya, tapi khususnya perempuan dan anak-anak. Kegiatan perekaman tanpa izin ini harus kita setop," kata Meutya. (Ant)
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konten kreator yang dimaksud ternyata bernama Emanuel Bryan atau dikenal dengan Ebe Martono. Menyusul dengan insiden ini dirinya juga terlihat membuat klarifikasi permintaan maaf terkait permasalahan tersebut.
Halaman Selanjutnya
“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan sebelumnya saya Brian saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan,” kata dia dikutip dari akun Instagram miliknya.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hanya tersisa satu yakni PT GAG Nikel.
“Aku kan udah bilang, kalau di Raja Ampat itu izin yang masih beroperasi tinggal punya BUMN, GAG Nikel itu,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.
Bahlil menjelaskan bahwa perusahaan GAG Nikel sudah ada sebelum ia menjabat sebagai Menteri ESDM.
Untuk izin-izin pertambangan lainnya di Raja Ampat, kata Bahlil, sudah dicabut oleh pemerintah pada 2025. Selain itu, izin yang telah dicabut sebelumnya dikeluarkan oleh kepala daerah dari wilayah tersebut, seperti gubernur dan bupati.
“Bukan gubernur dan bupati yang salah juga, mazhabnya waktu itu adalah undang-undang kewenangan daerah. Jadi tidak ada izin yang keluar dari pusat,” ucap Bahlil.
Pernyataan tersebut merespons pernyataan Greenpeace Indonesia. Dikutip dari laman resmi Greenpeace Indonesia, laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut menyatakan setidaknya ada tiga perusahaan yang tengah memproses izin pertambangan nikel, dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo.
Salah satu dari tiga perusahaan nikel tersebut juga berusaha mengaktivasi izin pertambangan batu bara di Pulau Misool. Selain itu terdapat dua perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di darat dan laut sekitar Pulau Salawati.
Temuan-temuan tersebut menunjukkan sejauh mana ancaman industri energi kotor mengintai Raja Ampat, kawasan yang juga dikenal sebagai ‘surga terakhir di Bumi’ dan ruang hidup bagi banyak komunitas Masyarakat Adat.
Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan pemerintah sudah mencabut izin-izin pertambangan di kawasan Raja Ampat dan menyisakan izin pertambangan untuk GAG Nikel.
“Dulu ada beberapa, tetapi kan sudah dicabut. Tinggal GAG Nikel,” kata Tri Winarno.
Pada 2025, pemerintah mendapatkan aduan dari masyarakat terkait aktivitas pertambangan di Raja Ampat, karena lokasi tersebut merupakan pusat keanekaragaman hayati dengan ekosistem yang rentan jika terpapar potensi pencemaran.
Pemerintah akhirnya mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat, karena beberapa di antaranya masuk kawasan lindung, yaitu PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Melia Raymond Perkasa, dan PT Kawai Sejahtera.
Sedangkan PT Gag Nikel, yang merupakan anak usaha PT Antam Tbk, hanya dihentikan sementara operasinya untuk peninjauan dan audit lingkungan. Kemudian, sejak Rabu (3/9/2025), perusahaan itu kembali diizinkan beroperasi.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerahkan tujuh unit kontainer sampah guna memperkuat layanan kebersihan hingga ke wilayah-wilayah kecamatan.
Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik serta memastikan setiap anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Penggunaan anggaran sekecil apa pun, bahkan satu rupiah uang rakyat, harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat," tegas Wabup pada kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan penyerahan kontainer sampah di Kecamatan Utan, melalui keterangan resmi di Mataram, Senin.
Wabup mengapresiasi dukungan DPRD melalui alokasi dana pokok-pokok pikiran (pokir) yang diwujudkan dalam pengadaan kontainer sampah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program yang langsung dirasakan manfaatnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, warga diimbau mulai memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik secara mandiri, dan memanfaatkan kontainer hanya untuk sampah residu sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan.
Selain itu, Wabup turut mendorong lahirnya inovasi melalui penyelenggaraan car free night di kawasan Taman Utan sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus wadah pemberdayaan UMKM lokal.
Pengadaan kontainer tersebut bersumber dari dana pokir anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Utan dan sekitarnya, yang dialokasikan melalui DPA Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa sebagai wujud sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Pipin Sakti Bitongo mengatakan enam unit kontainer ditempatkan di Desa Stowe Brang, Pukat, Motong, Orong Bawa, Sabedo, dan Jorok, sedangkan satu unit lainnya disiapkan sebagai kontainer cadangan untuk menjamin keberlangsungan pelayanan.
Baca juga: Halal bukan lagi isu agama, tetapi simbol kesehatan dan kebersihan
"Pengangkutan sampah akan didukung armada arm roll truck menuju TPA Raberas sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa M. Berlian Rayes mengakui persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penataan pasar menjadi tiga isu utama yang perlu mendapat perhatian di Kecamatan Utan.
Baca juga: ITDC intensifkan kebersihan kawasan KEK Mandalika
"Penyelesaiannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat," katanya.
Senada dengan itu, Camat Utan Sartono juga mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.
"Oleh karena itu, dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab," katanya.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan Komisi Informasi Pusat (KIP) menjadi garda terdepan untuk menghadirkan informasi jernih kepada publik Indonesia dan juga berperan penting memerangi hoaks yang beredar di ruang digital.
Hal itu disampaikan Meutya usai melantik sebanyak tujuh anggota KIP periode 2026-2030 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin.
"Keterbukaan informasi adalah bagian dari demokrasi terutama di masa-masa di mana kita juga harus berjibaku untuk melawan perang terhadap demokrasi melalui hoaks. Jadi hoaks itu adalah musuh dari demokrasi dan tentu KIP menjadi garda terdepan juga untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik," kata Meutya.
Ketujuh anggota KIP yang dikukuhkan di periode 2026-2030 di antaranya adalah Handoko Agung Saputro sebagai Ketua, Hafidhah, Arman Fauzi, Dery Hendryan, Edi Purwanto, Joemarthine Chandra, dan Rini Purwandari.
Meutya mengatakan dengan susunan komisioner yang baru diharapkan KIP dapat memastikan keterbukaan informasi berjalan dengan lebih optimal di Indonesia lewat inovasi-inovasi baru.
Para komisioner ini dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 77/P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Informasi Pusat.
Beberapa tugas yang diamanatkan agar dijaga penanganannya oleh para komisioner KIP periode 2026-2030 di antaranya penyelesaian sengketa informasi dan pemerataan akses layanan publik di berbagai instansi tidak hanya di tingkat pusat tapi juga berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, Meutya juga menargetkan agar indeks Keterbukaan Informasi Publik sebagai ukuran kinerja KIP yang terukur dapat ditingkatkan pada 2027.
Adapun pada tahun ini indeks tersebut bernilai 66,43 poin, dan ditargetkan pada tahun depan dapat meningkat minimal menjadi 75 poin.
Harapannya dengan meningkatnya indeks Keterbukaan Informasi Publik maka dapat terlihat komitmen negara hadir, memastikan keterbukaan informasi berjalan dengan baik untuk masyarakat luas.
Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Senin, 3 Agustus 2026 - 21:28 WIB
VIVA – Banyak orang merasa kondisi keuangannya selalu tertinggal dibandingkan orang lain. Padahal, mereka sudah bekerja keras, memiliki tabungan, bahkan mulai belajar berinvestasi. Meski begitu, perasaan "belum cukup" atau "masih kalah jauh" tetap menghantui.
Baca Juga
Fenomena ini tidak selalu disebabkan oleh jumlah penghasilan. Sering kali, akar masalahnya justru berasal dari cara seseorang memandang uang dan kesuksesan finansial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Media sosial, tekanan lingkungan, hingga ekspektasi tentang pencapaian di usia tertentu membuat banyak orang merasa gagal, meski kenyataannya mereka sedang berada di jalur yang tepat.
Baca Juga
Berikut enam keyakinan yang umum dimiliki orang yang selalu merasa tertinggal secara finansial, melansir dari YourTango.
Baca Juga
Di era media sosial, mudah sekali melihat teman membeli rumah, berlibur ke luar negeri, atau memamerkan mobil baru. Hal tersebut membuat banyak orang berpikir bahwa semua orang sudah mapan secara finansial, kecuali dirinya.
Padahal, apa yang terlihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kenyataan. Bisa saja liburan tersebut telah direncanakan bertahun-tahun, rumah dibeli dengan bantuan keluarga, atau kendaraan diperoleh melalui cicilan panjang.
Banyak orang yang tampak sukses sebenarnya juga sedang menghadapi tekanan finansial yang tidak mereka tampilkan di depan publik.
Tidak sedikit orang memiliki daftar pencapaian yang dianggap wajib diraih saat memasuki usia tertentu. Misalnya, harus sudah memiliki rumah sebelum usia 30 tahun, dana pensiun yang cukup, atau penghasilan tinggi.
Padahal, perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Ada yang harus membayar biaya kuliah sendiri, memiliki tanggungan keluarga, berganti karier, atau memulai usaha dari nol.
Karena itu, membandingkan pencapaian pribadi dengan standar yang dibentuk masyarakat hanya akan membuat seseorang merasa gagal, meski sebenarnya ia terus mengalami perkembangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kesalahan dalam mengelola uang memang bisa terjadi pada siapa saja. Misalnya, terlilit utang kartu kredit, salah memilih investasi, atau mengambil keputusan keuangan yang kurang tepat.
Namun, satu kesalahan tidak berarti masa depan telah berakhir. Banyak pengusaha dan investor sukses juga pernah mengalami kegagalan finansial. Bedanya, mereka menganggap kesalahan sebagai pelajaran, bukan identitas yang akan melekat selamanya.
Halaman Selanjutnya
Selama masih ada kesempatan memperbaiki kondisi keuangan, peluang untuk bangkit tetap terbuka.
Dompu, NTB (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di wilayah setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu Wan Muhtajun di Dompu, Senin, mengatakan dampak kekeringan akan terus meluas hingga puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026.
"Hingga awal Agustus, sebanyak 535 kepala keluarga (KK) di sejumlah wilayah telah terdampak krisis air bersih," ujarnya di Dompu, Senin.
Ia menyebutkan, Kecamatan Pajo menjadi wilayah paling terdampak sehingga pemerintah daerah mengintensifkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebagai langkah penanganan darurat.
"Yang paling kritis sekarang ini ada di Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Kami terus mengupayakan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebagai langkah darurat," kata Muhtajun.
Ia menjelaskan Desa Tembalae menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 320 KK yang tersebar di seluruh dusun.
Baca juga: NTB minta bantuan pusat bangun 106 sumur bor
Selain Desa Tembalae, BPBD mencatat sebanyak 40 KK terdampak di Desa Ranggo, 40 KK di Dusun Karaku Desa Manggenae, 45 KK di Kelurahan Kandai II, khususnya wilayah Ginte dan belakang terminal, 40 KK di Desa Baka Jaya, serta 50 KK di wilayah utara Kelurahan Nowa.
"Kondisi di lapangan masih kami data. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada September sehingga jumlah warga terdampak kemungkinan akan terus bertambah," terangnya.
BPBD juga menugaskan tim untuk melakukan pemantauan dan pendataan di Kecamatan Kilo, Manggelewa, Kempo, dan Pekat.
"Tim sedang bekerja di lapangan, tinggal kita menunggu laporan resminya," ujar Muhtajun.
Baca juga: Kekeringan di Dompu makin meluas, 535 KK telah terdampak
Ia menambahkan kondisi kekeringan di Kabupaten Dompu telah dilaporkan kepada Bupati Dompu, BPBD NTB, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
"BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat cuaca panas, seperti dehidrasi, batuk, dan pilek," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah, Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendukung peningkatan frekuensi latihan bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand yang disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan PM Thailand, menyampaikan bahwa kerja sama kedua negara negara harus berfokus ke masa depan dan yang menguntungkan kedua belah pihak, berkontribusi memastikan ASEAN yang lebih kuat dan stabil.
"Menurut pendapat saya, kita harus memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan kita. Menurut pendapat saya, kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan bersenjata kita. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira kita dalam pelatihan dan pendidikan," kata Presiden Prabowo.
Tidak hanya itu, Kepala Negara juga menyampaikan harapan kedua negara dapat memperluas kerja sama dalam bidang ekonomi, melalui sektor perdagangan, investasi, serta keamanan pangan dan energi.
Terus didorong pula kolaborasi dalam bidang teknologi digital sekaligus memperkuat konektivitas dan hubungan yang lebih erat antara masyarakat di kedua negara.
"Dengan mempererat kerja sama di area-area tersebut, kita dapat memperkuat kemitraan bilateral sekaligus berkontribusi dalam perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan kita," tutur Prabowo.
Selain membahas peningkatan bilateral tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan memiliki kedekatan personal yang cukup lama dengan Raja Maha Vajiralongkorn.
Presiden Prabowo juga menitipkan ucapan selamat ulang tahun untuk Raja Vajiralongkorn melalui PM Charnvirakul.
Di Istana Merdeka sore hari ini, selepas pertemuan empat mata, Presiden Prabowo dan PM Charnvirakul lanjut bersama-sama memimpin pertemuan bilateral.
Kemudian, dua pemimpin negara lanjut menyaksikan sejumlah dokumen kerja sama yang telah ditandatangani oleh dua negara. Sesi berikutnya, Presiden Prabowo dan PM Charnvirakul memberikan pernyataan pers bersama.
Agenda terakhir dalam rangkaian kunjungan resmi PM Thailand hari ini, Presiden Prabowo menggelar jamuan makan malam untuk PM Charnvirakul dan seluruh delegasinya di Istana.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Genta Tenri Mawangi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Bogor -
Indonesia tertinggal 0-2 dari Vietnam di babak pertama dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF 2026. Garuda keteteran menahan counter-attack Golden Star Warriors.
Bertanding di Stadion Pakansari, Senin (3/8) malam WIB, Vietnam bermain dengan melakukan pressing tinggi. Tekanan itu membuahkan hasil di menit ke-6.
Kerja sama Nguyen Hai Long dan Nguyen Hoang Duc di sisi kanan pertahanan Indonesia menghasilkan umpan terobosan kepada Nguyen Van Vi. Lolos dari jebakan offside, ia pun melepaskan tembakan mendatar yang mengecoh kiper Indonesia, Nadeo Arga Winata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia berupaya membalas. Mitchell Baker menerima umpan terobosan Ivar Jenner di menit ke-12, namun tembakannya pelan dan bisa diamankan kiper Vietnam, Patrik Le Giang.
Alih-alih menyamakan skor, Indonesia justru kembali kebobolan lewat serangan balik di menit ke-15. Nguyen Hai Long melakukan solo run tanpa terkawal dari sisi kiri usai menerima umpan terobosan Le Pham Thanh Long.
Ia lalu menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang yang tak bisa dijangkau Nadeo. Skor menjadi 2-0 untuk tim tamu.
Peluang Vietnam berikutnya hadir lewat tembakan jarak jauh Nguyen Hoang Duc di menit ke-23, namun bola mengarah tepat ke pelukan Nadeo. Pada menit ke-42, tandukan Nguyen Tai Loc yang menyambut umpan Pham Xuan Manh melebar tipis di sisi kanan gawang.
Indonesia kembali mendapat peluang di injury time babak pertama, namun tandukan Baker usai menyambut crossing Eliano Reijnders melebar ke sisi kiri gawang Vietnam. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Starting line-up:
Indonesia: Nadeo Arga Winata; Shayne Pattynama, Rizky Ridho, Jordi Amat; Dony Tri Pamungkas, Ivar Jenner, Marc Klok, Thom Haye; Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker, Eliano Reijnders.
Vietnam: Patrik Le Giang; Nguyen Van Vi, Nguyen Thanh Chung, Bui Hoang Viet Anh, Pham Xuan Manh; Nguyen Hoang Duc, Le Pham Thanh Long, Nguyen Hai Long, Truong Tien Anh; Nguyen Dinh Bac, Nguyen Tai Loc.
(adp/adp)
Bogor, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia tertinggal 0-2 dari Vietnam pada babak pertama dalam laga lanjutan fase grup Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/8) malam WIB.
Indonesia tertinggal 0-1 setelah gol yang dicetak oleh pemain Vietnam, Nguyen Van Vi.
Gol ini bermula dari serangan cepat yang dilakukan oleh Vietnam. Umpan terobosan Nguyen Hoang Duc sedikit di luar kotak penalti mengarah ke Van Vi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
Van Vi yang bergerak cepat di kotak penalti dengan tenang melepaskan tembakan terarah ke gawang yang tidak mampu dibendung kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata.
Pada menit ke-12, Timnas Indonesia mendapatkan peluang pertamanya. Tembakan dilepaskan striker Mitchell Baker tetapi masih terlalu lemah sehingga mudah dijinakkan kiper Vietnam, Giang Patrik Le.
Serangan cepat Vietnam kembali menjadi mimpi buruk buat Timnas Indonesia. The Golden Star bisa mengeksploitasi ruang terbuka dengan baik untuk kembali membobol gawang Nadeo.
Pemain sayap Vietnam, Nguyen Hai Long yang berada dalam posisi bebas di sisi kiri penyerangan masuk ke kotak penalti. Ia lalu melepaskan tembakan ke tiang dekat yang tidak bisa diantisipasi oleh Nadeo dan membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Vietnam pada menit ke-14.
Vietnam menebar ancaman pada menit ke-22. Tembakan jarak jauh dilepaskan pemain Vietnam dari luar kotak penalti yang masih tepat dipelukan Nadeo.
Thom Haye mendapatkan kartu kuning pada menit ke-31. Kartu kuning diberikan wasit setelah dirinya melanggar pemain Vietnam di sisi kiri pertahanan mereka.
Timnas Indonesia coba lebih dominan pada 15 menit terakhir pertandingan. Serangan perlahan coba dibangun untuk bisa menghadirkan ancaman ke gawang Vietnam.
Namun ancaman yang coba dihadirkan sulit untuk tercipta. Hal ini lantaran para pemain Vietnam bermain rapih dalam melakukan tekanan ke para pemain Timnas Indonesia.
Peluang terakhir didapat Timnas Indonesia pada masa injury time babak pertama. Umpan silang Eliano Reijnders dari sisi kanan disundul Mitchell Baker tetapi bola mengarah ke sisi kanan gawang Vietnam.
Timnas Indonesia (3-5-2): Nadeo Argawinata(PG); Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama; Eliano Reijnders, Marc Klok, Ivar Jenner, Thom Haye, Dony Tri Pamungkas; Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen
Vietnam: Giang Patrik Le (PG); Nguyen Van Vi, Nguyen Hoang Duc, Nguyen Thanh Chung, Nguyen Hail Long; Nguyen Tail Loc, Pham Xuan Manh, Le Pham Thanh, Bui Hoang Viet, Truong Tien Anh; Nguyen Dinh Bac
[Gambas:Video CNN]
(jal/abs)