Zainal Arifin Mochtar Sudah Ingatkan 2 Bulan Sebelum Rocky Jadi Wantimpres, ‘Agak Aneh Cara Berpikirnya’

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Selasa, 06 Oktober 2026, 15:50 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar atau yang akrab disapa Prof. Uceng ternyata sudah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengkultuskan figur publik atau tokoh politik tertentu, itu menanggapi sosok Rocky Gerung yang sejak era Prabowo dicurigai mulai lunak terhadap rezim.

Hal itu terungkap, saat ia menyampaikan dalam Kuliah Umum bertajuk "Kronik Otoritarianisme Indonesia" yang diselenggarakan oleh Departemen Hukum Tata Negara bersama Pusat Studi Hukum Tata Negara (PANDEKHA) FH UGM dan Keluarga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum (KMMIH) FH UGM pada Sabtu (22/8/2026).

Pesan Prof. Uceng ini kembali menyita perhatian dan viral di media sosial seiring dengan pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2026.

"Jangan pernah berpikir bahwa tidak ada pengkhianat di antara kita. Jadi jangan pernah berpikir bahwa hanya karena seseorang bilang sesuatu, dia tiba-tiba jadi malaikat," ujar Prof. Uceng di hadapan para mahasiswa.

Selain mengingatkan publik akan sifat dinamis komitmen politik seseorang, Prof. Uceng secara khusus membedah dan mengkritisi kerangka berpikir Rocky Gerung mengenai konsep "kabinet bayangan" serta antitesis kekuasaan.

Ia menilai anggapan bahwa sebuah oposisi atau shadow cabinet harus secara otomatis mengambil paham bertolak belakang secara ekstrem merupakan kerancuan berpikir dalam diskursus filosofis.

"Saya melihat cara berpikir Rocky Gerung kemarin, dan menurut saya agak aneh. Ketika dia bilang bahwa karena Kabinet Bayang ini adalah antitesis dari pemerintahan sekarang, kalau pemerintahan sekarang adalah state capitalism atau sosialisme, maka shadow cabinet harus mengidentifikasi diri sebagai kapitalisme. Tidak bisa begitu," tegasnya.

Prof. Uceng menjelaskan bahwa penentuan arah dan bentuk politik oposisi dipengaruhi oleh banyak variabel kompleks, sehingga tidak bisa disederhanakan sebagai syarat wajib yang bersifat mutlak.

"Tidak bisa dipaksakan, tidak bisa langsung diasumsikan bahwa karena dibutuhkan lawannya, maka itu jadi keharusan. Karena faktornya terlalu banyak, jadi enggak jadi syarat wajib, ini debat epistemologis," urainya.

Kilas balik pandangan Prof. Uceng ini dinilai publik sangat relevan dengan peta politik nasional saat ini, di mana pergeseran posisi para intelektual dan pengamat dari luar lingkaran menuju dalam arena kekuasaan sering kali mengejutkan masyarakat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

PBB: Ketahanan energi dan transisi rendah karbon tidak bertentangan - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UN-ESCAP) menegaskan bahwa ketahanan energi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan merupakan dua tujuan yang saling bertentangan, melainkan dua jalur yang semakin mengarah pada tujuan yang sama.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal, UN-ESCAP, Armida Salsiah Alisjahbana, saat berpidato di Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa.

“Salah satu pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa ketahanan energi dan transisi rendah karbon bukanlah tujuan yang saling bertentangan, melainkan semakin dipandang sebagai dua jalur yang menuju arah yang sama,” kata Alisjahbana.

Dirinya menyampaikan bahwa dengan mempercepat investasi di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, elektrifikasi, infrastruktur yang tangguh, serta kerja sama regional, dunia dapat bersama-sama membangun perekonomian yang lebih aman, lebih kompetitif, dan lebih berkelanjutan.

Alisjahbana menguraikan bahwa ketahanan energi bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu ketersediaan, pasokan yang tidak terputus, dan keterjangkauan. Ketika salah satu dari pilar tersebut melemah, perekonomian akan terdampak, dunia usaha kehilangan kepercayaan, dan masyarakat rentan menanggung beban terbesar.

Oleh karena itu, lanjutnya, ketahanan energi bukan sekadar persoalan sektor energi. Ketahanan energi merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan nasional.

“Pada saat yang sama, ketahanan energi juga merupakan barang publik regional dan global yang membutuhkan kerja sama berkelanjutan lintas batas, baik antarnegara maupun antarkawasan,” ucapnya.

Namun, Alisjahbana menekankan bahwa pemerintah tidak dapat menjalankan transisi energi bersih seorang diri. Peran sektor swasta dinilai penting untuk memperluas penggunaan energi terbarukan, elektrifikasi, dan pengembangan pasar karbon dalam mendukung transisi energi.

Kontribusi sektor swasta, katanya, dapat membantu memobilisasi modal swasta, mendorong pencapaian tujuan keberlanjutan perusahaan, serta mendukung pertumbuhan pasar energi bersih.

Di sisi lain, kerja sama regional juga dinilai semakin penting untuk memperkuat ketahanan energi. Negara-negara ASEAN telah menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain ASEAN Power Grid, koordinasi pengelolaan cadangan minyak, mekanisme berbagi bahan bakar, dan pengadaan bersama.

“Dengan bekerja sama, pemerintah dapat membangun ketahanan kolektif dan memperkuat stabilitas pasar energi regional. Namun, yang jelas, pemerintah tidak dapat menjalankan transisi menuju energi bersih seorang diri,” ujarnya.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Reaksi Histeris Presiden Prabowo saat Emil Audero Tepis Penalti Thailand: Joget dan Kepal Tinju ke Udara

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:49 WIB

VIVA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kedapatan melakukan selebrasi spontan dengan mengepalkan tinju ke udara di tribune VIP Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.

Baca Juga

Aksi selebrasi tersebut ditunjukkan Kepala Negara sesaat setelah kiper Emil Audero melakukan penyelamatan penting untuk memastikan keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti 4-2 atas Thailand.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laga puncak berlangsung penuh drama selama 120 menit dengan skor imbang 2-2. Indonesia memimpin lebih dahulu lewat gol Dean James sebelum disamakan Sanron Iklas, lalu Thailand sempat berbalik unggul melalui Peeradol Chamrasamee di babak extra time, hingga gol Elkan Baggott memaksa laga ditentukan via adu tos-tosan.

Baca Juga

Begitu Emil Audero menepis eksekusi penendang keempat Thailand, Nattapong Sayriya, Presiden Prabowo langsung bersorak.

Baca Juga

Mantan Menteri Pertahanan tersebut tampak tersenyum lebar, berjoget kecil, dan berulang kali mengepalkan kedua tangannya ke arah depan–seperti meninju–merayakan kepastian gelar juara Skuad Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai meluapkan kegembiraannya di tribune, Presiden Prabowo turun langsung ke lapangan untuk menghadiri prosesi penyerahan piala. Ia mengalungkan medali emas kepada para pemain dan tim pelatih, sebelum akhirnya ikut serta mengangkat trofi juara bersama kapten Kevin Diks dan kawan-kawan.

Kehadiran serta selebrasi Presiden Prabowo menyempurnakan malam bersejarah bagi sepak bola tanah air, mengingat gelar ini menjadi trofi pertama bagi timnas senior di tingkat regional yang mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun sejak SEA Games 1991.

Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner.

Justin Hubner: Orang-orang Malaysia dan Vietnam Lontarkan Ancaman Pembunuhan ke Keluarga Saya

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, melontarkan pesan tegas kepada penggemar Malaysia dan Vietnam setelah skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Hubner mengaku ber

VIVA.co.id

6 Oktober 2026

KPK panggil Kadis SDABMBK Medan pada kasus Bupati Langkat nonaktif

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

KPK panggil Kadis SDABMBK Medan pada kasus Bupati Langkat nonaktif

Selasa, 6 Oktober 2026 15:49 WIB

Image Print

Tersangka kasus suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Syah Afandin berjalan menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (6/7/2026). KPK memeriksa Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin sebagai tersangka dalam kasus suap terkait proyek di lingkungan Kabupaten Langkat tahun 2025-2026. ANTARA FOTO/Reno Esnir/sth/hma

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan Khairul Azmi (KAZ) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim.

"KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara atas nama KAZ," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa.

Budi menjelaskan Khairul dipanggil KPK dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Langkat.

Selain dia, Budi mengatakan KPK memanggil delapan orang untuk diperiksa sebagai saksi kasus tersebut.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Ilhamsyah Bangun, aparatur sipil negara pada Disdik Langkat berinisial ARM, seorang guru berinisial GEM, serta ASN pada Dinas PUTR Langkat berinisial IRF, MYN, ADG, DT, dan ROL.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat, Binjai, dan Medan, Sumatera Utara pada 2 Juli 2026.

Pada 3 Juli 2026, KPK menetapkan Syah Afandin dan mantan tim suksesnya saat Pilkada 2024, Yaqub Abdhal Al Mu'arif, sebagai tersangka dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat periode 2025-2026.

Syah Afandin diduga menerima suap sebesar Rp800 juta dari total komitmen Rp1,117 miliar yang diberikan Yaqub setelah memenangkan 80 proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dan lima proyek di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Langkat. Sebanyak 85 proyek tersebut diketahui menggunakan anggaran Pemkab Langkat tahun 2025.

Selain dugaan suap, KPK juga menduga Syah Afandin menerima gratifikasi hingga Rp3,5 miliar yang berkaitan dengan pengisian jabatan camat, jabatan di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, pengangkatan kepala sekolah SD dan SMP, serta pengadaan seragam sekolah dasar.

Pewarta : Rio Feisal
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

KB Bank: Tidak Ada Perubahan Struktur Kepemilikan dan Pengendali KB Bank - Keuangan Katadata.co.id

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) merespons pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menyebut KB Bank akan diambil alih kembali oleh induk koperasi. Komala Sari, Corporate Communication and Government Affairs KB Bank, menyatakan hingga saat ini tidak terdapat perubahan atas struktur kepemilikan bank tersebut.

"KB Bank menegaskan hingga saat ini tidak terdapat perubahan atas struktur kepemilikan dan pengendalian Bank. KB Kookmin Bank tetap merupakan pemegang saham pengendali KB Bank," kata Komala Sari dalam surat hak jawab kepada Katadata.co.id, Selasa (6/10).

Komala mengatakan KB Bank senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata Kelola yang baik, integritas, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Saat ini pemegang saham BBKP terdiri atas KB Kookmin Bank sebesar 67%, STIC Eugene Star Holding Inc 17%, dan publik sebesar 16%. 

Wacana dari Menteri Koperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan KB Bank, bank yang sebelumnya didirikan sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) dan kini dikendalikan oleh Kookmin Bank dari Korea Selatan, akan diambil alih kembali oleh induk-induk koperasi. Namun, belum jelas berapa persen saham KB Bank yang bakal dibeli oleh induk-induk koperasi tersebut. 

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan kita ambil alih lagi," ujar Ferry dalam diskusi publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam seperti dikutip Antara, di Jakarta, Senin (5/10).

Namun, Ferry tidak menyebutkan berapa persen saham yang akan dibeli, induk koperasi mana yang akan membeli saham tersebut, maupun sumber dana untuk akuisisi. Ia juga tidak menyebutkan target waktu pengambilalihan KB Bank tersebut. 

Ferry mengatakan Bukopin pada awalnya didirikan oleh induk-induk koperasi untuk melayani kepentingan gerakan koperasi di Indonesia. Namun seiring perkembangan kepemilikan, saham induk koperasi mengalami dilusi hingga porsi kepemilikannya semakin kecil dan kemudian digantikan oleh pemegang saham lain.

"Karena dulu Bukopin didirikan oleh induk-induk koperasi, tapi dibiarkan terdilusi saham induk koperasi itu mengecil, tergantikan dan sekarang mayoritas pemegang sahamnya dikuasai oleh Kookmin Korea," kata Ferry. 

Fahri Hamzah Peringatkan Prabowo: Ada yang Diduga Ingin Singkirkan Gibran

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Selasa, 06 Oktober 2026, 15:49 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengingatkan adanya kemungkinan motif politik berbeda di balik bergabungnya sejumlah kelompok ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta koalisi pemerintah tidak menjadi ruang bagi pihak yang justru berupaya mengganggu soliditas politik Prabowo dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Fahri mengaku memiliki kecurigaan karena menurutnya tidak semua pihak yang masuk pemerintahan datang dengan tujuan memperkuat persatuan. Ia bahkan menduga ada kelompok tertentu yang membawa agenda politik terselubung.

“Saya ada kecurigaan, kami ada kecurigaan terus terang. Banyak yang sekarang ini bergabung motifnya bukan untuk bersatu,” kata Fahri dikutip pada Selasa (6/10/2026).

Salah satu hal yang menjadi sorotan Fahri adalah kemungkinan adanya upaya merusak hubungan politik Prabowo dan Jokowi. Menurut dia, hubungan keduanya menjadi salah satu fondasi konfigurasi politik pemerintahan saat ini.

“Yang pertama adalah motif untuk memecah persatuan yang sudah muncul di antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” ungkap dia.

Karena itu, Fahri menilai pemerintah perlu berhati-hati terhadap kelompok yang memiliki agenda berbeda dengan tujuan koalisi. “Menurut saya, kita tidak bisa berkoalisi dengan kelompok yang ingin memecah apa yang sudah solid,” kata Fahri.

Selain hubungan Prabowo-Jokowi, Fahri juga menyinggung kemungkinan adanya skenario untuk mengganggu kepemimpinan Prabowo dengan menyingkirkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah masa pemerintahan.

“Ada yang ingin mengganggu kepemimpinan Pak Prabowo dengan menyingkirkan Mas Gibran terlebih dahulu misalnya di tengah jalan,” tutur Fahri.

Fahri menyebut situasi tersebut sebagai indikasi adanya pihak yang bergabung ke pemerintahan bukan semata-mata untuk membantu menjalankan pemerintahan. “Ini adalah niat-niat berkoalisi yang tidak ikhlas,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fahri meminta seluruh pihak yang bergabung dalam pemerintahan menerima hasil Pemilu 2024 yang menghasilkan pasangan Prabowo-Gibran. Menurutnya, penerimaan terhadap hasil pemilu menjadi bagian penting dari sikap politik ketika memilih bergabung dengan pemerintah.

“Kalau mau ikhlas, terima hasil pemilu,” ujarnya. Ia juga meminta pihak-pihak tersebut mengakui peran Prabowo dan Jokowi dalam membangun konfigurasi politik saat ini.

Baca Juga: Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Hukum Tak Tebang Pilih, Jokowi Disinggung

“Nyatakan hasil pemilu, ungkapkan terima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang telah mempersatukan kita,” pungkas Fahri.

Pernyataan Fahri disampaikan ketika posisi Gibran kembali menjadi sorotan melalui polemik syarat pendidikan yang telah bergulir di Mahkamah Konstitusi. Bagi Fahri, bergabung dalam pemerintahan semestinya memperkuat mandat hasil Pemilu 2024, bukan menjadi pintu bagi manuver politik yang berpotensi mengganggu kepemimpinan Prabowo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Beda Peran Herdman dan 2 Asisten saat Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim kepelatihan Timnas Indonesia berjibaku saat melawan Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10).

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tak sendirian saat berdiri di pinggir lapangan. Dua asistennya, Steven Vitoria dan Elliott Dickman senantiasa mendampingi di situasi tertentu.

Berdasarkan pengamatan CNN Indonesia, Herdman fokus pada skema lini tengah dan serangan. Juru taktik asal Inggris itu terlihat berteriak memberi arahan saat skuad Garuda menguasai bola. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Update Ranking FIFA Indonesia usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
  • Chanathip: Kualitas Indonesia Tak Beda Jauh, Kita Jumpa di Piala Asia
  • Thailand Kantongi Rp8,87 Miliar meski Gagal Juara FIFA ASEAN Cup

Sedangkan Steven Vitoria berdiri saat Timnas Indonesia diserang. Eks kapten timnas Kanada sekaligus mantan bek tengah itu fokus memberi instruksi dalam pertahanan.

Namun, peran Vitoria tak berhenti di sana. Sebab, saat bek Merah Putih melakukan overlap, gerakan Justin Hubner dan Elkan Baggott juga berdasarkan arahan dari Vitoria.

Lalu saat skema bola mati, berbeda lagi asisten pelatih yang beranjak dari kursi. Skenario ini menjadi ranah bagi Elliott Dickman untuk mengarahkan posisi berdiri para pemain.

Sayangnya Timnas Indonesia bermain imbang lawan Thailand di babak pertama. Kedisiplinan lini tengah pemain tim Gajah Perang membuat kubu tuan rumah terpaksa menyusun serangan dari sisi sayap. 

Alhasil Indonesia dan Thailand berakhir 0-0 di babak pertama. Skuad Garuda membukukan total tujuh tendangan dengan dua di antaranya tepat sasaran dengan 68 persen penguasaan bola.

Begitu juga pada babak kedua dan extra time, ketiga tim pelatih Garuda ini silih berganti memberikan arahan. Mereka bergantian berdiri di sisi lapangan memberikan petunjuk kritis.

Elkan Baggott mengakui peran Herdman dan tim pelatih sangat krusial dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain bekerja keras dan tim pelatih berpikir tak kalah keras.

"Saya juga ingin memberikan apresiasi khusus kepada pelatih kami. Tidak mungkin kami memenangkan pertandingan ini tanpanya. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih," ucap Baggott. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/ikw/sry)

Aspirasi Buruh Berujung Solusi, DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Putri Dinda Permata Sari

| 6 Oktober 2026, 15:48 WIB

Aspirasi Buruh Berujung Solusi, DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan orasi di depan massa buruh usai pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Selasa (6/10/2026). - Foto: Humas DPR RI

AKURAT.CO Aspirasi panjang para pekerja mengenai pelindungan ketenagakerjaan kini bermuara pada keputusan.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026), sekaligus menuntaskan target rampung pada Oktober yang disampaikan DPR bersama pemerintah.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPR RI, Puan Maharani, sehari setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin pengambilan keputusan tingkat I bersama Komisi IX DPR RI dan pemerintah.

Delapan fraksi menyatakan setuju setelah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, melaporkan hasil pembahasan.

Undang-undang yang memuat 23 bab dan 313 pasal ini mengatur hubungan kerja, tenaga kerja asing, hingga pengupahan.

Baca Juga: UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Buruh Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo dan DPR

Pembentukannya menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, yang meminta pembentuk undang-undang menyusun pengaturan ketenagakerjaan tersendiri, terpisah dari Undang-Undang Cipta Kerja.

Suara buruh yang didengar DPR pada Kamis (24/9/2026), bersama masukan serikat pekerja dan pengusaha, menjadi bahan pembahasan.

Masukan para pihak dihimpun dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) pemerintah, lalu dibahas bersama DPR hingga pandangan yang berbeda menemukan titik temu dalam rumusan pasal.

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat tingkat I yang dipimpin Dasco, Senin (5/10/2026).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan, pemerintah menerima RUU tersebut setelah mempertimbangkan seluruh pandangan dan masukan selama pembahasan.

Kemenag Mataram tempatkan satgas cegah kekerasan seksual ke ponpes

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Satgas internal terus turun keliling ke 30 pondok pesantren dan madrasah-madrasah. Jadi kalau satgas turun ke madrasah, pasti ketemu anak-anak untuk sosialisasi dan edukasi.

Mataram (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menempatkan satuan tugas (satgas) anti-kekerasan ke pondok pesantren (ponpes) yang ada di kota itu guna mencegah aksi kekerasan seksual di kalangan ponpes.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram Hamdun di Mataram, Selasa, mengatakan saat ini terdapat 30 ponpes yang beroperasi di wilayah itu, dimana dua ponpes diantaranya tidak menyediakan fasilitas asrama atau menerapkan sistem santri non-mukim.

Hal tersebut disampaikan menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan di sejumlah daerah, sehingga mendapat perhatian serius dari Kemenag Kota Mataram.

Guna memastikan hal serupa tidak terjadi di Kota Mataram, pihaknya memperketat pengawasan di puluhan ponpes dengan menyebar satgas anti-kekerasan melalui Seksi Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan (Pakis) dan membuka layanan pengaduan.

Menurutnya, satgas internal itu bertugas secara aktif menyisir ponpes dan madrasah untuk melakukan sosialisasi, pendampingan, hingga upaya pencegahan.

Selain itu pihaknya menyediakan fasilitas pengaduan bagi santri yang menjadi korban namun takut untuk bersuara di lingkungan pondok. Pihaknya juga membuka akses aduan langsung di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kemenag Kota Mataram.

"Kalau santri ada masalah dan takut di pondok, silakan datang ke kantor untuk pengaduan di PTSP dan satgas kami akan langsung turun. Tapi Alhamdulillah sampai hari ini belum ada pengaduan yang masuk," katanya.

Pada prinsipnya, kata dia, pembinaan dan pengawasan terhadap ponpes akan terus digencarkan agar pengelolaan pondok pesantren makin terbuka dan tidak terkesan menutup-nutupi jika ada potensi masalah.

Di sisi lain untuk menunjukkan komitmen bersama dalam pencegahan tindak kekerasan seksual di ponpes, pihaknya merencanakan adanya Satgas Lintas Lembaga sebagai penguatan lintas sektoral.

Untuk mewujudkan itu Kemenag Kota Mataram tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk menggelar silaturahmi bersama para pengasuh ponpes dan momen tersebut nantinya akan diisi arahan langsung dari pimpinan daerah, sekaligus sebagai bentuk pembinaan dan pengarahan langsung para santri.

Selain itu pihaknya berencana membentuk Satgas Anti-Kekerasan tingkat Kota Mataram yang melibatkan instansi lintas lembaga, seperti Kepolisian, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), hingga Dinas Kesehatan.

"Kami masih menunggu turunan satgas dari tingkat provinsi. Kalau SK dari Gubernur sudah turun, secara otomatis kami di tingkat Kota Mataram akan langsung membentuk Satgas antar-instansi ini," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Seporsi MBG jadi harapan bagi Adnan untuk bisa berjalan

calendar_today 06.10.2026 - person  - timer ~

Seporsi MBG jadi harapan bagi Adnan untuk bisa berjalan

Selasa, 6 Oktober 2026 15:47 WIB

Image Print

Ilustrasi: Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka (kanan) memberikan makan bergizi gratis (MBG) kepada balita saat melakukan kunjungan di kawasan Batubulan, Gianyar, Bali, Senin (2/3/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.

Jakarta (ANTARA) - Seporsi Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi harapan baru bagi Adnan, seorang balita berusia empat tahun, untuk perlahan mulai berjalan karena setiap perkembangan kecilnya adalah sebuah pencapaian.

Ketika ia mulai mampu memegang benda, memahami saat diajak berbicara, atau memanggil "mama", "bapak", dan "nenek", ada kebahagiaan besar yang dirasakan keluarganya, terutama sang ibu, Firda.

Dalam penuturan yang disampaikan Firda di Jakarta pada Selasa, harapan itu tumbuh dari hal-hal sederhana, salah satunya ketika melihat anaknya mulai lebih bersemangat makan, mengingat kondisi putranya ketika berusia sekitar lima bulan belum mampu menyangga dengan baik.

Saat membawa Adnan ke rumah sakit untuk diperiksa, Firda mengetahui bahwa putranya pernah mengalami kejang ketika baru berusia empat hari. Peristiwa itulah yang menjadi salah satu faktor Adnan tumbuh dengan perjalanan yang berbeda, dimana pada usianya sekarang ia belum mampu berjalan dan masih mengalami keterbatasan dalam berbicara.

"Jadi ini pengaruhnya, enggak bisa jalan, enggak bisa duduk," kata Firda.

Adnan kemudian menjalani terapi selama lebih dari satu tahun. Perlahn, terapi tersebut menunjukkan hasil, dimana sebelumnya ia belum mampu memegang benda, kini tangannya mulai bisa menggenggam sesuatu meski belum lama. Kemampuannya memahami percakapan juga mulai tumbuh.

"Sekarang sudah paham kalau diajak cerita, tapi belum saya kasih (izinkan) keluar, kasihan, tapi sudah bisa panggil mama sama bapak, juga neneknya," ucap Firda.

Bagi Firda, tiga panggilan sederhana itu memiliki arti yang besar. Setiap kemampuan baru yang muncul menjadi tanda bahwa Adnan terus berkembang.

Di tengah proses tersebut, asupan makanan menjadi perhatian penting bagi keluarga. Sebelum menerima MBG, Firda mengemukakan bahwa Adnan cenderung malas makan. Waktu makan pun kerap terlewat sehingga berat badannya sulit bertambah.

"Kalau ada MBG mau sekali dia makan. Menangis kalau enggak dikasih makan," ujar Firda.

Menurutnya, Adnan justru lebih bersemangat ketika melihat MBG. Ia juga menyukai buah-buahan yang diberikan, terutama pisang, jeruk, dan buah naga. Tekstur makanan yang lebih lembut menjadi hal yang penting karena menyesuaikan dengan kemampuan Adnan dalam mengonsumsi makanan.

"Dia paling suka telur. Yang baik dicerna itu kalau ayam kan agak sulit dicernanya. Buah-buahan seperti pisang, jeruk, buah naga, itu yang lembut-lembut dia suka," tuturnya.

Perubahan itu juga terlihat dari berat badan Adnan, dimana selama dua bulan menerima MBG, berat badan sang putra meningkat hampir satu kilogram. Bagi orang lain, angka tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Firda, kenaikan itu sangat berarti. Sebelumnya berat badan Adnan cenderung tidak banyak berubah.

"Biasanya menetap berat badannya, paling naik 2 ons saja, jalan di tempat biasanya. Sekarang, berat badan Adnan sudah mendekati 11 kilogram. Sebelumnya, berat badannya pernah berada di angka sembilan kilogram dan dia masuk kategori stunting. Sangat membantu adanya MBG ini," ucap Firda.

Kini Firda masih menanti langkah-langkah kecil berikutnya dari putranya. Ia belum tahu kapan Adnan akan mampu berdiri dan berjalan, tetapi, ia memilih untuk terus mendampingi, memantau, dan memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anaknya.

Bagi Firda dan keluarganya, setiap kemajuan adalah langkah dan harapan, hingga suatu hari nanti melihat Adnan berdiri dan berjalan dengan kakinya sendiri.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026