Sudah. KRI Canopus pagi berangkat, sudah kita turunkan di sektor lima peta pencarian
Banjarmasin (ANTARA) - KRI Canopus telah dikerahkan menyisir peta sektor lima dari enam sektor pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada hari ketiga operasi SAR, Selasa, untuk memperluas jangkauan pencarian hingga wilayah bawah laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan KRI Canopus telah berangkat pada sejak pagi hari dan langsung dikerahkan ke sektor lima berdasarkan pembagian sektor pada peta pencarian yang digunakan dalam operasi SAR.
“Sudah. KRI Canopus pagi berangkat, sudah kita turunkan di sektor lima peta pencarian,” kata Putu menyampaikan perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa.
Baca juga: KRI Canopus diterjunkan untuk pencarian bawah laut korban KM Virgo
Putu mengatakan KRI Canopus memperkuat pencarian bersama sejumlah armada lain yang ditempatkan pada enam sektor, yaitu KRI Nala, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Pulau Fani, KN SAR Laksamana 241 Banjarmasin, KN Kunyit, KAL Kumai, serta KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan.
Selain itu unsur laut yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Bouyancy Boat (RBB), KP Laksamana 7012, KP Orca 06, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhuw IX, serta TB Transcoal Pacific, untuk mendukung penyisiran di wilayah pencarian.
Basarnas mengatakan pengerahan KRI Canopus ke sektor lima menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan pencarian pada hari ketiga operasi SAR dengan total wilayah pencarian dibagi menjadi enam sektor untuk mengoptimalkan penyisiran korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Baca juga: Basarnas cari 129 korban KM Virgo hingga 2.600 mil laut dari koordinat
Sebelumnya Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebutkan teknologi yang dimilik KRI Canopus meliputi drone bawah air, multibeam echo sounder, serta Remotely Operated Vehicle(ROV) yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi dan memetakan kondisi bawah laut dalam upaya menemukan korban maupun bagian kapal yang menjadi sasaran pencarian.
Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 korban sudah mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara empat korban lain dalam keadaan meninggal dunia masih proses evakuasi menggunakan armada udara.
Baca juga: Kapal Virgo bawa 243 orang hilang kontak di perairan Laut Jawa
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Sebuah mesin yang diminta membawa beban lebih besar tidak selalu membutuhkan mesin baru. Terkadang, yang diperlukan cukup penyetelan pada mesin yang sudah ada dan teruji, sehingga tidak perlu lagi melakukan penyesuaian dari nol.
Analogi penyetelan mesin ini tecermin dalam pergantian Menteri Keuangan di tengah perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9).
Saat Suahasil Nazara dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, perombakan tersebut sekilas memang tampak dadakan dan tiba-tiba. Namun, pergantian itu sesungguhnya berlangsung pada momen penting ketika pemerintah sedang merumuskan APBN 2027.
Sejak 14 Agustus lalu di gedung parlemen, Presiden Prabowo telah menegaskan dua tuntutan sekaligus: mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan menjaga kesehatan fiskal.
Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, sementara defisit anggaran justru dirancang turun menjadi 2,40 persen terhadap PDB, dibandingkan dengan 2,68 persen dalam APBN 2026. Pada saat yang sama, belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun.
Kombinasi tersebut memberi petunjuk penting mengenai pekerjaan yang menanti Menteri Keuangan Suahasil. Ia tidak sekadar diminta menjaga agar kas negara tetap aman. Ia juga harus memastikan APBN tetap menjadi mesin yang mampu mendorong pertumbuhan, investasi, perlindungan sosial, dan berbagai agenda prioritas pemerintah.
Dengan kata lain, tantangan Menteri Keuangan baru bukan memilih antara ekspansi dan kehati-hatian. Keduanya harus berjalan bersamaan.
Itu pula yang disampaikan Suahasil sesaat setelah dilantik. Ia mengatakan arahan Presiden Prabowo adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, tetapi pada saat yang sama APBN harus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah. Defisit pun dipastikan tetap dijaga di bawah 3 persen.
Sosok Suahasil menjadi menarik ketika ditempatkan di tengah rangkaian pekerjaan rumah ekonomi nasional tersebut.
Presiden Prabowo tidak menunjuk seseorang yang harus terlebih dahulu mempelajari bagaimana mesin fiskal bekerja. Suahasil sudah berada di dalam mesin tersebut selama bertahun-tahun.
Lahir dari lingkungan akademik ekonomi, Suahasil menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, kemudian memperoleh gelar master dari Cornell University dan doktor dari University of Illinois at Urbana-Champaign. Ia kemudian berkarier sebagai akademisi sebelum masuk lebih jauh ke dalam perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal.
Kariernya di pemerintahan memperlihatkan perjalanan yang bertahap. Ia pernah menjadi pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), kemudian dilantik secara definitif sebagai Kepala BKF pada 2016. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dan menjalankan peran tersebut selama pemerintahan Joko Widodo. Ia kemudian kembali menjadi Wakil Menteri Keuangan pada pemerintahan Prabowo sebelum akhirnya dipercaya menjadi pimpinan tertinggi Kementerian Keuangan.
Perjalanan Suahasil di Kementerian Keuangan menggambarkan pengetahuan yang dibangunnya selama bertahun-tahun: bagaimana penerimaan negara dihitung, bagaimana belanja dirancang, bagaimana pembiayaan dikelola, bagaimana kebijakan fiskal berhubungan dengan kebijakan moneter, bagaimana pemerintah menghadapi krisis, serta bagaimana setiap perubahan kebijakan diterjemahkan menjadi konsekuensi bagi masyarakat.
Suahasil mengenal lapisan-lapisan tersebut dari dalam.
Bahkan ketika dilantik sebagai Kepala BKF pada 2016, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memberikan penekanan yang kini terasa kembali relevan. Sri Mulyani meminta agar kualitas APBN tidak berhenti pada narasi, tetapi benar-benar mampu menjadi instrumen untuk mengelola perekonomian secara efektif. BKF juga didorong menjadi pusat pemikiran kebijakan fiskal.
Hampir satu dekade kemudian, Suahasil kembali berbicara dengan bahasa yang serupa: APBN harus sehat, kredibel, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Kesinambungan itu tidak berarti kebijakan fiskal Indonesia berhenti berkembang atau direm secara mendadak. Justru sebaliknya. Tantangan yang dihadapi APBN berubah dari waktu ke waktu, tetapi kebutuhan dasarnya tetap sama: negara harus mampu menggunakan anggaran untuk menjawab persoalan masyarakat tanpa kehilangan kemampuan menjaga kesehatan keuangan negara.
Suahasil berada di dalam Kementerian Keuangan ketika pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan luar biasa pada masa pandemi Covid-19, ketika defisit APBN diperlebar menjadi 6,1 persen. Ia merupakan bagian dari orang-orang di dalam ketika APBN harus dibuat fleksibel agar negara dapat membiayai kebutuhan kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi.
Saat itu, APBN harus tetap antisipatif dan fleksibel, sembari memastikan defisit secara bertahap kembali menuju batas di bawah 3 persen.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa disiplin fiskal tidak selalu berarti menahan belanja. Dalam keadaan khusus, justru negara harus berani membelanjakan anggaran dalam jumlah besar dengan mengetahui alasan, sasaran, dan batasan yang ketat.
Itulah salah satu perbedaan antara sekadar memotong anggaran belanja dan meningkatkan efisiensi anggaran, sebagaimana ditegaskan Suahasil sesaat setelah dilantik. Efisiensi APBN bukan semata-mata memotong belanja, melainkan menggunakan anggaran yang tersedia untuk menghasilkan keluaran maksimal yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pemikiran itu sejalan dengan visi rancangan APBN 2027. Pemerintah ingin ekonomi tumbuh 6 persen, sementara defisit justru diturunkan menjadi 2,40 persen terhadap PDB. Secara sederhana, pemerintah ingin mendapatkan lebih banyak pertumbuhan dari setiap rupiah yang dibelanjakan.
Suahasil sebelumnya menyebut kombinasi pertumbuhan yang lebih tinggi dan defisit yang lebih rendah sebagai tanda bahwa APBN semakin efisien. Menurut dia, setiap rupiah yang dibelanjakan perlu menghasilkan dampak pengganda atau multiplier effect terhadap perekonomian.
Apakah anggaran yang dibelanjakan menghasilkan lapangan kerja? Apakah produktivitas meningkat? Apakah program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan? Dan apakah pertumbuhan ekonomi menghasilkan penerimaan negara yang lebih kuat?
Itulah pekerjaan rumah kompleks yang menanti Suahasil.
Mesin fiskal memiliki dua tugas. Di satu sisi, APBN harus mampu mendorong aktivitas ekonomi. Di sisi lain, aktivitas ekonomi itu harus semakin mampu menghasilkan penerimaan bagi negara.
Ditambah lagi, dunia belum sepenuhnya terbebas dari ketidakpastian. Pemerintah masih harus menghadapi perubahan harga komoditas, kondisi keuangan global, dinamika geopolitik, dan pergerakan suku bunga yang dapat memengaruhi perekonomian domestik.
Pada 2023, Suahasil pernah menekankan bahwa APBN harus responsif dan antisipatif terhadap risiko global, termasuk inflasi dan kenaikan suku bunga.
Pengalaman sebagai "orang dalam" Suahasil menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan mesin fiskal ketika pemerintah memasuki fase pembangunan yang semakin besar.
Suahasil sudah mengetahui bagaimana kebijakan fiskal dirumuskan. Ia pernah berada di sisi perumus kebijakan sebagai Kepala BKF. Ia pernah mendampingi Menteri Keuangan sebagai Wakil Menteri. Ia melewati periode pandemi ketika APBN harus bergerak sangat fleksibel. Ia juga berada di Kementerian Keuangan ketika pemerintah menghadapi berbagai perubahan lingkungan ekonomi global.
Kini pengalaman itu diuji dalam konteks yang berbeda.
Tantangannya adalah membuat mesin fiskal bekerja lebih efisien untuk membawa agenda pembangunan yang lebih besar, menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi tetap menjaga kesehatan keuangan negara.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Ankara - Fosil gastropoda yang hidup di pesisir Laut Tethys sekitar 66 juta tahun lalu ditemukan di sebuah situs arkeologi di Ankara, ibu kota Turki. Temuan itu diumumkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy pada Senin (14/9/2026).
Fosil tersebut ditemukan saat penggalian di Kulhoyuk, kawasan Oyaca, Distrik Golbasi.
"Dalam penggalian kami di kawasan Oyaca, Golbasi, ditemukan fosil gastropoda yang hidup di pesisir Laut Tethys 66 juta tahun lalu," kata Ersoy melalui media sosial.
"Fosil itu diperkirakan berasal dari masa-masa akhir keberadaan Laut Tethys. Dugaan bahwa fosil tersebut mungkin dibawa ke permukiman oleh penduduk Kulhoyuk ribuan tahun lalu membuat temuan ini semakin menarik."
Para peneliti memperkirakan fosil tersebut berasal dari masa-masa akhir keberadaan Laut Tethys. Laut purba itu mulai terbentuk sekitar 250 juta tahun lalu dan pernah menutupi sebagian wilayah yang kini menjadi Anatolia Tengah.
Sementara itu, Kulhoyuk merupakan permukiman berusia sekitar 5.000 tahun yang berkaitan dengan peradaban Hatti dan Het. Perbedaan usia yang sangat jauh menunjukkan bahwa hewan yang menjadi fosil itu tidak hidup pada masa yang sama dengan penduduk Kulhoyuk.
Karena itu, para peneliti mempertimbangkan kemungkinan bahwa penduduk kuno menemukan fosil tersebut di tempat lain, lalu sengaja membawanya ke Kulhoyuk. Dugaan ini membuka kajian baru mengenai bagaimana fosil itu bisa sampai ke permukiman tersebut dan apa arti fosil itu bagi penduduk Kulhoyuk saat itu.
Penemuan ini menyusul temuan lain yang baru-baru ini diperoleh di Kulhoyuk. Para arkeolog sebelumnya menemukan sisa biji tertua yang diketahui dari "Sevgi Cicegi" atau Bunga Cinta, tanaman khas Ankara, di dalam sebuah wadah peninggalan bangsa Het berusia 4.000 tahun.
Penggalian di Kulhoyuk telah dilakukan sejak 2021 sebagai bagian dari program arkeologi jangka panjang yang didukung Kepresidenan Turki. Penggalian tersebut dipimpin Associate Professor Derya Yilmaz Tekin atas nama Universitas Ankara dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki.
Ersoy mengatakan penggalian akan terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak tentang sejarah Kulhoyuk melalui temuan-temuan baru.
Selasa, 15 September 2026 12:04 WIB
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (kiri) memberikan keterangan di sela-sela proses evakuasi 22 korban selamat kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Banjarmasin (ANTARA) - Basarnas memperluas area pencarian 129 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan dari 2.600 mil laut pencarian menjadi 4.600 mil laut di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari ketiga operasi SAR, Selasa.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan perluasan area pencarian dilakukan dari titik koordinat kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, dengan wilayah operasi yang kini dibagi menjadi enam sektor untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas.
“Hari ini luas pencarian untuk wilayah perairan atau laut 4.600 mil laut, jadi hampir dua kali lipat dari hari kemarin. Dibagi menjadi enam sektor,” kata Putu menyampaikan perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa.
Pada hari kedua operasi SAR, Senin (14/9), Basarnas melakukan pencarian terhadap 129 korban dengan cakupan area hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat 4°31’51.82” Lintang Selatan dan 114°02’06.88” Bujur Timur dengan heading 203,94 derajat di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii sebelumnya mengatakan pencarian pada hari kedua dilakukan secara paralel dari posisi datum atau titik acuan lokasi kecelakaan dengan pola pencarian yang disusun agar jalur operasi antarsektor tidak saling bersinggungan sehingga seluruh wilayah pencarian dapat ditelusuri secara optimal.
“Pencarian mulai dari posisi datum, kemudian sektor dan pola operasi yang sudah kita arahkan. Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel,” kata Syafii.
Perluasan area pencarian pada hari ketiga tersebut dilakukan Basarnas untuk memperbesar jangkauan operasi terhadap korban yang masih belum ditemukan setelah pencarian sebelumnya dilaksanakan secara paralel dari titik acuan kecelakaan dengan pembagian wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor.
Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 korban sudah tiba di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara empat korban lain dalam keadaan meninggal dunia masih proses evakuasi menggunakan armada udara.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Pewarta : Tumpal Andani Aritonang
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendapat 'kado' iPad dari mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa jelang acara serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9).
Suahasil mengatakan iPad tersebut berisi laporan pekerjaan di Kementerian Keuangan yang telah dijalankan Purbaya selama setahun masa kepemimpinannya.
"Tadi Pak Purbaya ngasih saya iPad, laporannya di iPad. Lalu kemudian resmi penyerahan serah terima jabatan ini," ujar Suahasil dalam sambutannya pada acara sertijab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Suahasil menyampaikan apresiasi kepada Purbaya yang telah memimpin Kementerian Keuangan selama satu tahun terakhir.
Ia menilai Purbaya telah memperkenalkan cara kerja yang kemudian menjadi bagian dari refleksi pekerjaan Kementerian Keuangan. Menurutnya, sejumlah pekerjaan yang selama ini telah dilakukan Kementerian Keuangan baru diketahui masyarakat setelah disampaikan oleh Purbaya.
"Bahkan yang pekerjaan Kementerian Keuangan itu ada yang diterima oleh masyarakat sehingga baru tahu. Sebenarnya kita udah mengerjakan ini dari dulu, Pak Purbaya lalu kemudian menyampaikan, ini loh yang sudah dikerjakan," katanya.
Suahasil menyebut kepemimpinan di Kementerian Keuangan merupakan tanggung jawab besar yang telah diselesaikan Purbaya selama setahun terakhir.
"Tentu memimpin Kementerian Keuangan itu suatu tanggung jawab besar yang Pak Purbaya selesaikan dengan baik selama satu tahun terakhir," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Purbaya beserta keluarga atas pengabdian dan kontribusi yang diberikan kepada Republik Indonesia.
"Atas nama keluarga besar Kementerian Keuangan saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Bapak Purbaya dan juga Ibu dan keluarga yang telah bersedia," kata Suahasil.
Menurut Suahasil, Purbaya juga telah memperkuat semangat Kementerian Keuangan Satu melalui kolaborasi lintas unit.
"Saya melihat bahwa dalam konteks semangat Kementerian Keuangan satu, Pak Purbaya meneruskan legasi Kemenkeu I tersebut dan memperkuatnya sehingga kolaborasi lintas unit telah semakin erat. Ini adalah situasi yang saya warisi dan saya ingin mengucapkan terima kasih untuk itu," tuturnya.
Suahasil kemudian meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan Kementerian Keuangan untuk melanjutkan pekerjaan kementerian hingga akhir masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029.
"Kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan dan mohon dapat dibukakan pintu kerjasama selanjutnya dengan saya mendapatkan amanah sebagai Menteri Keuangan menyelesaikan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029," pungkasnya.
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan (menkeu). Sebagai pengganti, Sang Kepala Negara menunjuk Suahasil Nazara sebagai Bendahara Negara.
Hal itu sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 97p Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.
Purbaya menjabat sebagai menkeu sejak 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.
[Gambas:Video CNN]
(lau/dhz)
Jakarta -
Aturan telat memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) harus bikin baru kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pemohon meminta masa tenggang paling tidak satu tahun dari tanggal kedaluwarsa.
Gugatan itu diajukan oleh Jangkung Sido Sentosa dengan Nomor Permohonan 310/PUU-XXIV/2026. Dalam sidang yang digelar kemarin, Jangkung menyampaikan perbaikan permohonan pengujian materi Pasal 85 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (14/9/2026). Pemohon dalam petitumnya ingin surat izin mengemudi (SIM) yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang, sepanjang belum melampaui masa tenggang selama satu tahun.
"Menyatakan frasa 'dapat diperpanjang' dalam Pasal 85 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai 'dapat diperpanjang, termasuk bagi pemegang Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya telah berakhir, sepanjang belum melampaui masa tenggang 1 (satu) tahun sejak tanggal berakhirnya masa berlaku Surat Izin Mengemudi'," ujar Jangkung dalam sidang perbaikan permohonan yang dihadirinya secara daring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perbaikan permohonannya, Jangkung menilai durasi masa tenggang satu tahun sejak tanggal SIM kedaluwarsa adalah waktu yang ideal dan rasional. Durasi masa tenggang itu dinilai dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum sempat mengurus SIM untuk memperpanjang masa berlaku SIM-nya.
"Jangka waktu ini memberikan ruang bernapas yang cukup bagi pekerja harian, buruh, dan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengumpulkan biaya perpanjangan tanpa harus langsung menghadapi sanksi penghangusan dokumen (forfeiture) yang memaksa pembuatan baru dari nol," tulis Jangkung dalam perbaikan permohonan.
Selain itu, pemberian masa tenggang ini dinilai Jangkung dapat mencegah kriminalisasi administratif. Sebab, katanya, tanpa adanya masa tenggang, jeda waktu sehari saja pasca-masa berlaku habis langsung mengubah status hukum seorang pengemudi menjadi "tidak sah", menyamakannya dengan pelanggar hukum berat yang tidak pernah memiliki SIM.
"Masa tenggang berfungsi sebagai jembatan korektif agar kesalahan administratif tidak serta-merta berkonsekuensi pada hukuman finansial yang berat," ujarnya.
Masa tenggang 1 tahun itu juga dinilai dapat mengurangi beban biaya ganda dan praktik pungli. Menurutnya, bisa saja dikenakan denda keterlambatan yang lebih ringan dibanding harus bikin SIM baru.
"Dengan adanya kepastian masa tenggang, pemohon tidak perlu panik atau terdorong menggunakan jalur instan/calo (petty corruption) berbiaya Rp 600.000 hingga Rp 900.000. Negara tetap dapat mengenakan denda administratif yang wajar atau denda keterlambatan yang jauh lebih ringan daripada memaksa warga menanggung biaya tes ulang secara keseluruhan," tulis Jangkung.
(rgr/dry)
Denpasar (ANTARA) - Jaksa Kejaksaan Tinggi Bali menuntut dua terdakwa yang menjadi otak jaringan judi online (judol) internasional, Piyush Sharma dan Yash Raj Singh Gaur,l dipidana penjara masing-masing lima tahun .
JPU Ni Made N Lumisensi, Selasa, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menawarkan atau memberi kesempatan untuk bermain judi tanpa izin dan menjadikannya sebagai mata pencaharian atau turut serta dalam perusahaan perjudian.
“Meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Piyush Sharma dan Yash Raj Singh Gaur dengan pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama masa tahanan,” ujar JPU saat sidang.
Perbuatan para terdakwa dinilai terbukti memenuhi unsur Pasal 426 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Pidana sebagaimana dakwaan alternatif pertama Penuntut Umum.
Sedangkan terhadap 33 terdakwa lainnya, JPU menuntut masing-masing dengan pidana penjara selama empat tahun, dikurangi selama masa tahanan.
Jaksa juga meminta majelis hakim agar setelah selesai menjalani pidana, para terdakwa yang seluruhnya merupakan warga negara asing (WNA) dikenai tindakan keimigrasian berupa deportasi dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perkara ini sebelumnya menyeret 35 WNA India yang diduga terlibat dalam jaringan judi online internasional. Mereka didakwa mengoperasikan sejumlah situs judi online dari dua lokasi di Bali.
Dalam dakwaan JPU disebutkan terdakwa Piyush Sharma berperan sebagai koordinator operasional.
Ia disebut mengatur kebutuhan operasional perusahaan, mulai dari penyediaan laptop, telepon genggam, jaringan internet hingga pembagian tugas kepada para operator. Sementara terdakwa Yash Raj Singh Gaur diduga bertindak sebagai administrator sekaligus mempromosikan situs judi melalui akun Instagram @ekdant_book.
Berdasarkan dakwaan jaksa, jaringan tersebut disebut mengoperasikan sedikitnya tujuh situs perjudian online, yakni rambetexchange.com, CBA, LOIN, zetto.io, club4.com, winmoney365exch.com, dan ekdant.casino.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren dan empat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa.
“Dalam tempo 100 hari pondok pesantren ini ada kejutan-kejutan positif yang anda bisa lakukan, dan orang bisa merasakan, ‘Oh ini bedanya dulu dan sekarang’,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Basnang Said dilantik sebagai Dirjen Pesantren yang pertama, setelah terbentuknya Ditjen Pesantren sebagai satuan kerja baru setingkat eselon I di Kementerian Agama. Ditjen Pesantren kini tidak lagi menjadi bagian dari Ditjen Pendidikan Islam dalam susunan organisasi Kementerian Agama.
Pembentukan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama yang terbit pada 27 Maret 2026. Pada pasal 7 disebutkan bahwa Ditjen Pesantren masuk dalam susunan organisasi Kementerian Agama.
Perpres 18/2026 ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Agama pada 4 Agustus 2026.
Pada pasal 7 PMA ini juga disebutkan bahwa Ditjen Pesantren menjadi satuan kerja tersendiri dalam susunan organisasi Kementerian Agama.
Penetapan Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 10 September 2026.
Menag meminta Basnang Said segera membangun tata kelola Ditjen Pesantren serta memperkuat kerja sama dengan unsur pimpinan yang akan melengkapi struktur lembaga tersebut. Menag juga meminta Ditjen Pesantren membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pemangku kepentingan pesantren.
Menurutnya, pengelolaan pesantren membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan pesantren di daerah.
Selain penataan struktur dan kerja sama, Menteri Agama meminta adanya langkah positif dalam 100 hari pertama Ditjen Pesantren. Ia berharap langkah tersebut dapat menunjukkan perubahan yang dirasakan setelah lembaga baru itu menjalankan tugasnya.
Selain itu, Menag juga melantik empat pejabat pimpinan PTKN, yaitu:
1. Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk masa jabatan 2026–2030
2. Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo hingga 12 November 2029
3. Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Kendari
4. Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. sebagai Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang.
Pewarta: Asep Firmansyah
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia — Pembagian dividen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah memasuki periode cum date untuk pasar reguler dan negosiasi hari ini, Selasa (15/9/2026). Untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan pada 17 September 2026.
Recording date atau penentuan pihak yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Jadwal cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi hari ini menjadi penanda penting bagi investor yang ingin memastikan namanya tercatat sebagai penerima dividen interim Bank Mandiri.
Dengan demikian, para pemegang saham yang tercatat pada recording date akan mulai menerima pembayaran dividen pada 2 Oktober 2026 nanti.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), total dividen interim yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham. Nilai tersebut dihitung berdasarkan jumlah saham beredar Bank Mandiri sebanyak 93.333.333.332 saham.
Lantas para investor yang ingin mendapatkan atau menambah setoran dividen interim Bank Mandiri memiliki batas pembelian saham BMRI hingga penutupan perdagangan hari ini.
Adapun keputusan pembagian dividen interim tersebut telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi perseroan pada 3 September 2026.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan pembagian dividen interim merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah dan apresiasi yang berkelanjutan kepada para pemegang saham.
"Sekaligus sejalan dengan praktik terbaik di pasar global dalam memberikan imbal hasil kepada investor secara optimal dan terukur," kata Novita dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Ia menyebut keputusan ini juga mencerminkan fundamental Bank Mandiri yang tetap solid, didukung oleh kinerja yang baik, posisi permodalan dan likuiditas yang memadai, serta kapasitas yang kuat untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis dan menjalankan fungsi intermediasi.
"Dengan demikian, Bank Mandiri dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengurangi kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," tambah Novita.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Selasa, 15 September 2026 12:03 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)
Jakarta (ANTARA) - Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) kepada Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa.
Dalam kegiatan Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama Kemenkeu dalam setahun terakhir.
“Bagi saya hari ini adalah momen penting. Kalau waktu itu saya datang, boleh ngomong panjang, karena untuk menciptakan optimisme sebenarnya. Kalau sekarang kan saya akan serahkan ke Bapak (Suahasil). Jadi saya hanya ngomong pendek saja. Terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini,” ujar Purbaya dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama, Suahasil menyampaikan apresiasi kepada Purbaya atas kepimpinannya selama 12 bulan terakhir.
Suahasil menilai Purbaya telah melanjutkan warisan Kementerian Keuangan sebagai instansi pengelola keuangan negara dengan memperkuat kolaborasi lintas unit.
“Ini adalah situasi yang saya warisi, dan saya ingin mengucapkan terima kasih untuk itu,” ujar Suahasil.
Menkeu Suahasil pun meminta dukungan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan pekerjaan Kemenkeu dengan terus meningkatkan kolaborasi.
“Mohon dapat dibukakan pintu kerja sama selanjutnya, seiring dengan amanah yang saya terima sebagai Menteri Keuangan untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029. Kita akan bertemu lagi dalam berbagai kesempatan lainnya,” ujar dia.
Suahasil merupakan eks Wakil Menteri Keuangan yang diangkat menjadi bendahara negara oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029, yang ditetapkan pada 14 September 2026.
Suahasil merupakan Menteri Keuangan ketiga di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.
Suahasil mulai menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo. Ia kemudian kembali dilantik pada posisi yang sama untuk Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto periode 2024-2029 pada 21 Oktober 2024.
Pewarta : Imamatul Silfia
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.