Sabtu, 26 September 2026, 01:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal persepsi publik terhadap pernyataannya yang berkaitan dengan para pakar. Prabowo mengaku kerap mendapati ucapannya dipelintir sehingga seolah-olah dirinya tidak menghormati orang-orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu.
Padahal, Prabowo menegaskan dirinya justru sangat menghormati para pakar. Penegasan itu disampaikan ketika bertemu dengan 22 pakar untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka.
Baca Juga: Pakar Hukum Bilang Gugatan Diskualifikasi Gibran Hanya Akan Lolos Sebagian: MK Kalau Mengabulkan...
"Jadi saudara-saudara, jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audience, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," kata Prabowo, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikannya di tengah pembahasan mengenai strategi pemerintah menghadapi ancaman karhutla. Dalam pertemuan itu, ia justru meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi.
Prabowo meminta para ahli memberikan solusi yang dapat diterapkan untuk menghadapi persoalan, khususnya di kawasan lahan gambut yang tersebar di Indonesia.
"Anyway, jadi mohon saya diberi masukan, what can we do supaya tahun depan kita, sudahlah," katanya.
Prabowo kemudian menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipasi. Ia mengatakan laporan yang diterimanya menunjukkan bahwa pengerahan berbagai peralatan, termasuk helikopter, belum tentu menjadi solusi paling efektif dalam menghadapi kebakaran.
"Jadi, sekarang saya sudah perintahkan, sudahlah kita antisipasi, jadi ternyata tadi saya dapat laporan kemarin ya, dengan segala macam helikopter apa, tetap yang paling efektif adalah petugas di darat," ungkapnya.
Karena itu, Prabowo meminta pembahasan bersama para pakar tidak berhenti pada teori. Ia ingin memperoleh rekomendasi konkret mengenai mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah sebelum kebakaran terjadi.
Salah satu langkah yang disorot adalah kesiapan infrastruktur pemadam kebakaran. Prabowo meminta agar pompa dan embung telah tersedia jauh sebelum munculnya titik api.
"Jadi bagaimana, saya minta masukan dari saudara-saudara, what we have to do, soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, enggak ada, jauh sebelum kebakaran bikin embung embung embung embung. Belum ada kebakaran bikin pompa pompa pompa, siapkan semua itu," ujarnya.
Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap karakteristik lahan gambut. Menurutnya, penanganan kawasan tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak sekadar mengandalkan peralatan pemadam, tetapi juga solusi berdasarkan kajian ilmiah.
Baca Juga: Terseret Dugaan Korupsi, Golkar Sudah Tak Restui Nusron Wahid Bertahan Jadi Menterinya Prabowo
"Nah, tapi dengan gambut, kalau bisa ada jawaban ilmiah, a scientific, a scientific solution," tuturnya.
Liputan6.com, Jakarta - Nonton bareng laga perdana Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Singapura menggema di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 25 September 2026. Riuh dukungan yang mengalun sepanjang pertandingan disebut tak kalah dari suasana di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, yang menjadi lokasi laga.
Keramaian warga dari berbagai kalangan kian semarak dengan kehadiran kelompok suporter Ultras Garuda Semarang. Chant-chant dukungan digemakan tanpa henti. Pertandingan ini disiarkan langsung oleh SCTV, Indosiar, dan Vidio.
Skor berubah cepat pada menit ke-13 ketika Ragnar Oratmangoen menyambar umpan silang Like Vickery dan menaklukkan gawang Singapura. Keunggulan Garuda berganda pada menit ke-73 lewat penalti Ole Romeny yang menipu kiper lawan dan mengubah angka menjadi 2-0.
Di tengah padatnya agenda, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir tepat saat babak kedua dimulai dan menyapa penonton yang memadati area. "Kita hari ini bersama-sama di sini memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Sementara timnas berhasil unggul dari Singapura," ujar Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan area kantor pemerintahan ini terbuka bagi publik dan malam itu sengaja dibuka untuk nonton bareng sebagai wujud dukungan serta kebersamaan warga Jawa Tengah. "Ini adalah Kantor Gubernur, rumah gubernur adalah rumah rakyat sehingga siapapun boleh datang dan boleh nonton untuk memberikan suatu motivasi bahwa inilah kebersamaan Provinsi Jawa Tengah," jelasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358527/original/004929300_1790358287-WhatsApp_Image_2026-09-26_at_12.03.02_AM__2_.jpeg)
Perbesar
Taufik, warga Candisari, Kota Semarang, mengaku sangat terhibur dengan gelaran nobar yang diadakan Pemprov Jawa Tengah. Selain menyatu dalam dukungan untuk timnas, ia menyebut penonton juga bisa menikmati camilan dan makanan yang disediakan. Ia berharap format seperti ini bisa digelar rutin setiap kali Timnas Indonesia bermain.
"Nonton bareng ini sangat menghibur karena di Semarang nonton timnas itu jarang ada nobar. Kalau bisa dilaksanakan terus tiap timnas main. Kita bisa silaturahmi dan kumpul bareng mendukung timnas," ujarnya.
Datang bersama sang istri, Taufik optimistis Indonesia mampu melangkah jauh dan mengukir prestasi pada ajang perdana FIFA ASEAN Cup. Menurutnya, momentum ini sekaligus bisa mendorong peringkat Indonesia di FIFA.
"Timnas harus optimis. Ini kesempatan kita naik peringkat FIFA," katanya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Timnas Indonesia Cuma Menang 2-0 Lawan Singapura, John Herdman: Pemain Masih Jet Lag
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia memulai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Skuad John Herdman kesulitan menambah gol meski Singapura bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak kedua.
Bermain dihadapan puluhan ribu fans di GBK, timnas Indonesia memulai laga dengan baik. Pada menit 13, Skuad Garuda sudah bisa memimpin lewat Ragnar Oratmangoen yang meneruskan umpan tarik Luke Vickery.
Namun setelah itu permainan timnas Indonesia sedikit menurun. Tak banyak peluang yang tercipta. Gol kedua baru bisa lahir di menit 73 lewat penalti Ole Romeny.
Gol Romeny terjadi setelah Singapura bermain dengan 10 pemain usai Muhammad Safuwan Baharudin diganjar kartu merah. Wasit mengecek VAR dan mengusir Safuwan. Indonesia awalnya cuma mendapat tendangan bebas dari pelanggaran tersebut. Namun tembakan bebas Thom Haye mengenai tangan Song Ui-Young sehingga menghasilkan penalti.
Unggul jumlah pemain, timnas Indonesia tak bisa menambah gol. Pasukan Herdman malah kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Menurunnya kinerja timnas Indonesia di babak kedua diakui Herdman. Mantan pelatih Kanada itu menilai para pemain memang masih beradaptasi dan dilanda jet lag. Maklum saja, mayoritas pemain yang diturunkan bermain di luar negeri dengan sebagian merumput di Eropa.
"Saya pikir para pemain telah memberikan usaha maksimal. Kami sudah memperkirakan akan ada momen ketika semuanya berjalan sangat baik di lapangan, tetapi juga akan ada momen ketika rasa lelah mulai muncul dan para pemain beradaptasi dengan kondisi, jet lag, sehingga mereka harus berjuang melewatinya dan menemukan kembali permainan mereka sebagai satu kesatuan. Saya pikir mereka berhasil melakukan itu malam ini," ujar Herdman dalam jumpa pers usai pertandingan.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358501/original/007112700_1790354568-033A0061.jpeg)
Perbesar
Meski belum maksimal dan kesulitan menambah gol, Herdman bangga dengan perjuangan anak asuhnya melawan Singapura. Pujian khusus diberikan Herdman kepada Ole yang rutin bikin gol serta pertahanan yang solid sehingga bsia clean sheet.
"Saya bangga kepada para pemain. Saya juga bangga kepada Ole yang mencetak golnya. Dia sudah mencetak beberapa gol dalam beberapa pertandingan terakhir. Sangat menyenangkan melihatnya. Kami mulai memiliki pencetak gol yang konsisten. Sekali lagi, kami juga berhasil menjaga gawang tetap tidak kebobolan. Ini mungkin clean sheet keempat atau kelima kami di kandang," sambung Herdman.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, memberi selamat sekaligus memuji performa Timnas Indonesia seusai pertemuan perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menilai skuad asuhan John Herdman tampil lebih baik pada laga ini.
Pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam, dan berakhir 2-0 untuk Timnas Indonesia. Ragnar Oratmangoen serta Ole Romeny masing-masing mencetak satu gol ke gawang Singapura.
"Ya, pertama-tama, selamat kepada Indonesia. Menurut saya, mereka adalah tim yang sangat bagus malam ini. Namun, kami sudah mengetahui hal itu sebelum pertandingan. Kami tahu bahwa mereka adalah tim yang kuat," kata Lee dalam sesi konferensi pers selepas laga.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358502/original/008314900_1790354883-0L5A9418.jpg.jpeg)
Perbesar
Gavin Lee menyoroti cara bermain timnya saat tumbang dari Timnas Indonesia. Menurutnya, Ilhan Fandi dan rekan-rekan kurang menunjukkan kepercayaan diri sejak kick-off.
Ia juga melihat para pemain Singapura terlalu menghormati lawan. Hal tersebut disebut membuat permainan tidak berkembang, terutama sepanjang babak pertama, dan meninggalkan rasa kecewa pada dirinya.
"Sayangnya, seperti yang sudah kami bicarakan sebelumnya di ruang ganti, kami tidak cukup percaya kepada diri sendiri sejak awal pertandingan, terutama pada babak pertama," jelas Gavin Lee.
Memasuki paruh kedua, Lee menilai Singapura mampu meningkatkan respons. Ada upaya nyata untuk bangkit dan bermain lebih mendekati karakter tim sendiri.
Namun, momentum Singapura terganggu setelah sebuah insiden krusial. Shafuan Baharuddin menerima kartu merah langsung pada pertengahan babak kedua, yang memengaruhi jalannya pertandingan.
"Menurut saya, sekali lagi, pada babak kedua kami merespons dengan jauh lebih baik. Kami bermain lebih seperti diri kami sendiri. Bahkan setelah kami bermain dengan 10 pemain, kami tetap berusaha memberikan tekanan dan mencari peluang. Itu juga merupakan sesuatu yang harus kami banggakan," tandas Gavin Lee.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia memulai langkah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan baik. Skuad Garuda menang 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Namun kemenangan ini juga jadi sorotan terutama soal pemilihan pemain oleh pelatih John Herdman.
Dari 11 starter yang diturunkan tidak ada pemain kelahiran Indonesia yang diturunkan sama sekali. Herdman menurunkan 10 pemain yang dinaturalisasi.
Ada Maarten Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Dean James, Luke Vickery, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Mitchell Baker. Praktis cuma Elkann Baggott yang bukan pemain naturalisasi.
Baggott sendiri juga tidak lahir di Indonesia tapi memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sebelum genap 21 tahun.
Usai pertandingan Herdman dicecar soal keputusannya menurunkan 11 pemain yang tidak lahir di Indonesia. Eks pelatih Kanada itu meminta publik dan media untuk tidak membeda-bedakan.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358505/original/049013000_1790355575-0L5A9536.jpg.jpeg)
Perbesar
Menurut Herdman, pola pikir yang membeda-bedakan pemain kelahiran Indonesia asli dan diaspora harus dibuang jauh-jauh. Pasalnya para pemain semuanya mati-matian membela timnas Indonesia.
"Ini adalah line-up yang ingin mewakili negara ini. Mereka bersedia naik pesawat dan bekerja keras. Mereka bermain dengan penuh semangat dan gairah untuk suporter. Itu penting untuk dihormati," papar Herdman.
"Saya pikir pemain lokal tidak ada yang berbeda. Tidak ada pemain lokal, tidak ada pemain diaspora. Kami adalah Indonesia. Kita mewakili bendera (Merah-Putih). Kita berdiri bersama setiap saat. Ini adalah pola pikir yang harus kita ubah. Orang-orang ini adalah orang Indonesia sekarang. Mereka suka bermain untuk Indonesia," tegas Herdman.
Sejak era naturalisasi begitu gencar, timnas Indonesia biasanya masih menyisakan satu atau dua pemain kelahiran Indonesia di starter. Rizky Ridho atau Marselino Ferdinan yang paling sering dimainkan.
Kali ini Rizky Ridho duduk di bangku cadangan selama 90 menit. Sedangkan Marselino tidak dipanggil ke FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia menundukkan Singapura 2-0 pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Ragnar Oratmangoen membuka skor pada menit ke-13 setelah menyambar umpan Luke Vickery. Gol kedua datang melalui tendangan penalti Ole Romeny pada menit ke-74.
Pada menit ke-70, Singapura bermain dengan sepuluh pemain. Tim besutan Gavin Lee kehilangan Safuwan Baharudin yang diganjar kartu merah.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358494/original/058963700_1790352802-033A0015.jpeg)
Perbesar
Pengusiran terhadap bek 35 tahun itu dilakukan wasit Rustam Lutfullin asal Uzbekistan setelah pelanggaran terhadap striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker.
"Pertama-tama, terima kasih banyak kepada para suporter atas dukungan dan energi yang mereka berikan malam ini. Kami harus mengambil satu langkah, yaitu memenangkan pertandingan," ujar Herdman dalam konferensi pers setelah pertandingan.
"Saya pikir para pemain telah memberikan usaha maksimal. Kami sudah memperkirakan akan ada momen ketika semuanya berjalan sangat baik di lapangan, tetapi juga akan ada momen ketika rasa lelah mulai muncul dan para pemain beradaptasi dengan kondisi, jet lag."
"Sehingga mereka harus berjuang melewatinya dan menemukan kembali permainan mereka sebagai satu kesatuan. Saya pikir mereka berhasil melakukan itu malam ini," jelasnya.
Herdman turut menyoroti ketajaman Ole Romeny. Tambahan satu gol ke gawang Singapura membuat koleksinya menjadi tujuh dari sebelas penampilan bersama Timnas Indonesia.
"Saya bangga kepada para pemain. Saya juga bangga kepada Ole yang mencetak golnya. Dia sudah mencetak beberapa gol dalam beberapa pertandingan terakhir," tutur Herdman.
"Sangat menyenangkan melihatnya. Kami mulai memiliki pencetak gol yang konsisten. Sekali lagi, kami juga berhasil menjaga gawang tetap tidak kebobolan. Ini mungkin clean sheet keempat atau kelima kami di kandang," ungkapnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -
Nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam perkara yang mempersoalkan syarat pendidikannya saat menjadi calon wakil presiden pada pemilu dinilai sangat bergantung pada kemampuan dan penjelasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensa) menilai jawaban lembaga tersebut atas pertanyaan para hakim konstitusi akan menjadi salah satu bagian krusial dalam menentukan bagaimana perkara tersebut dinilai. KPU menurutnya harus menaruhi perhatian khusus terhadap pernyataan yang diberikan oleh Hakim Konstitusi Saldi Isra.
Baca Juga: Ferdinand Hutahaean: KPU Secara Sistematis, Terstruktur dan Terencana Membuat Aturan untuk Gibran
"Nasib Gibran dalam perkara ini akan sangat dipengaruhi oleh seberapa tuntas mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Mahkamah Konstitusi," kata Hendri Satrio, dikutip Sabtu (25/9/2026).
Namun Hendri mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap berada di MK. KPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan hasil perkara tersebut. Namun, sebagai lembaga yang menangani proses pemilihan dan administrasi pencalonan, penjelasan mereka dinilai sangat penting untuk membantu hakim mengurai duduk perkara.
"Tentu pada akhirnya yang memutus adalah MK. Tetapi jawaban lembaga itu menjadi penting karena yang sedang dipersoalkan adalah proses pemenuhan dan verifikasi syarat pendidikan Gibran," ungkapnya.
Pertanyaan Saldi Isra sendiri menurutnya tidak sekadar menyentuh persoalan administratif di permukaan. Pertanyaan tersebut justru masuk ke proses yang menjadi dasar lembaga pemilu ketika menyatakan terpenuhinya persyaratan pencalonan Gibran.
"Pertanyaan Profesor Saldi menurut saya cukup tajam. KPU harus bisa menerangkan secara terang apa yang dilakukan ketika memeriksa syarat pendidikan Gibran. Dokumen apa yang menjadi dasar, bagaimana proses verifikasinya, dan mengapa pada waktu itu dinyatakan memenuhi persyaratan," ujar Hensa.
KPU dinilai perlu membuka secara runtut seluruh mekanisme yang digunakan ketika melakukan verifikasi. Bukan hanya menunjukkan bahwa dokumen persyaratan pernah diterima, tetapi juga menjelaskan aturan yang menjadi dasar, dokumen yang diperiksa, proses pemeriksaan, hingga pertimbangan yang akhirnya yang berujung lolosnya Gibran di Pilpres 2024.
Hensa menilai kelengkapan jawaban tersebut dapat menjadi pembeda penting dalam pemeriksaan perkara. Jika mereka mampu memberikan keterangan yang jelas, konsisten, dan didukung dokumen, maka proses pencalonan politikus muda itu akan lebih mudah dipahami oleh hakim.
"Kalau seluruh pertanyaan itu dapat dijawab dengan jelas dan konsisten, persoalannya tentu menjadi lebih terang. Tetapi kalau mereka tidak mampu memberikan jawaban yang memadai, hal itu bisa menjadi persoalan dalam penilaian Mahkamah terhadap perkara ini," katanya.
Dengan demikian, sorotan dalam perkara tersebut tidak hanya tertuju pada dalil pihak yang menggugat. KPU juga menjadi bagian penting karena lembaga tersebut berada dalam posisi yang berkaitan langsung dengan proses penetapan calon pada Pemilu 2024.
Hensa bahkan mengingatkan lembaga pemilu itu agar tidak tampil pasif ketika berhadapan dengan pertanyaan hakim konstitusi. Menurutnya, pertanyaan yang diajukan menyentuh mekanisme yang sangat fundamental dalam proses pemilu.
"Jadi sekarang mereka jangan sampai tidak berkutik ketika ditanya MK. Sebab yang dipertanyakan bukan perkara kecil, melainkan bagaimana syarat pendidikan seorang calon wakil presiden diverifikasi dan dinyatakan memenuhi ketentuan pada Pemilu 2024," tegasnya.
Ia menilai semakin rinci mereka menjelaskan proses tersebut, semakin mudah pula pengadilan menentukan apakah persoalan yang diajukan pemohon memiliki dasar yang kuat atau tidak.
"Semakin jelas merekamenjawab pertanyaan hakim konstitusi, semakin terang pula duduk perkara mengenai pemenuhan syarat pendidikan Gibran," pungkas Hensa.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membuat pernyataan mengejutkan dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengakses dokumen persyaratan pencalonan pasangan calon presiden dan wakil presiden melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Hal itu terungkap sidang perkaran dari Gugatan Diskualifikasi Gibran.
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengungkap bahwa pihaknya hanya memiliki waktu dua hari untuk memastikan proses pengawasan verifikasi bakal pasangan calon melalui Silon.
"Bawaslu hanya mempunyai waktu 2 hari untuk memastikan pengawasan verifikasi bakal pasangan calon melalui silon," jelas Bagja.
Persoalannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebenarnya telah memberikan akun kepada Bawaslu. Namun akun tersebut ternyata tidak dapat digunakan untuk mengakses sistem.
Baca Juga: Pakar Hukum Soroti Jalan Sidang Gugatan Diskualifikasi Gibran di MK: Jika Saya Hakim, Saya Akan...
"Namun sampai dengan batas akhir tersebut faktanya bahwa kami tidak dapat melakukan akses login terhadap silon," tegasnya.
Townsville -
Brasil ditahan Australia 1-1 dalam laga uji coba. Rayan hadir sebagai penyelamat Selecao lewat golnya di pengujung laga.
Bertanding di North Queensland Stadium, Jumat (25/9) malam waktu lokal, Brasil sempat membobol Australia lebih dulu di babak pertama melalui Estevao, namun dianulir wasit usai Video Assistant Referee (VAR) menyatakan Bruno Guimaraes telah melanggar Harry Souttar dalam proses gol tersebut.
Usai turun minum, Australia berhasil mencetak gol lebih dulu pada menit ke-68. Wasit memberi tendangan bebas setelah Douglas Luiz menjatuhkan Paul Okon-Engstler. Nestory Irankunda yang menjadi eksekutor sukses membobol kiper Hugo Souza lewat tembakan ke sudut kiri gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
— Rising Stars XI (@RisingStarXI) September 25, 2026
Saat laga tampak akan berakhir untuk kemenangan tuan rumah, Rayan hadir membuyarkan hal itu. Tandukannya yang menyambut sepak pojok Raphinha di menit 90+5 sukses membobol kiper Patrick Beach. Skor 1-1 bertahan hingga usai.
Dengan hasil ini, puasa kemenangan Australia atas Brasil kembali berlanjut. Mereka terakhir kali mengalahkan Selecao pada perebutan tempat ketiga Piala Konfederasi 2001 alias seperempat abad silam. Saat itu Socceroos menang 1-0 lewat gol tunggal Shaun Murphy.
Sepanjang 9 pertemuan, menurut catatan 11v11, itu adalah satu-satunya kemenangan yang diraih Australia atas Brasil. Enam laga lainnya dimenangkan Brasil dan dua lainnya imbang, termasuk laga ini.
"Rasanya tidak seperti kekalahan karena hasilnya imbang, tetapi menurut saya tim sebenarnya bisa menang; kami memiliki sejumlah peluang. Bermain di lapangan ini memang sulit, dan harus diakui bahwa tim bereaksi dengan baik setelah kebobolan," ujar pelatih Brasil Carlo Ancelotti usai laga.
"Pada akhirnya, hasil imbang ini adil. Kami harus bersabar karena ini adalah ujian yang perlu kami jalani—memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang bermain dan terus melangkah maju—mengingat ini adalah sebuah ujian dan pertandingan berikutnya pun akan menjadi ujian tersendiri," ujarnya.
Kedua tim akan kembali bertemu pada 29 September mendatang. Tetapi lokasinya berpindah ke Lang Park, Brisbane, pada pukul 17.00 WIB.
(adp/adp)
Lihat lebih banyak
Liputan6.com, Jakarta - John Herdman menegaskan pilihannya atas susunan pemain Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura bukan soal asal kelahiran. Ia menjawab sorotan atas absennya pemain kelahiran Indonesia di sebelas pertama dengan menyatakan fokusnya pada komitmen dan kesiapan pemain.
Pada laga pembuka Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026) malam WIB, Herdman menurunkan sebelas pemain kelahiran luar negeri. Sepuluh di antaranya berstatus naturalisasi.
Susunan starter tersebut terdiri dari Maarten Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Dean James, Luke Vickery, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Mitchell Baker.
Khusus Baggott, ia telah memilih menjadi Warga Negara Indonesia sebelum berusia 21 tahun, sementara pemain lainnya beralih kewarganegaraan dengan dasar keturunan Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358499/original/054414400_1790354140-Training_Indonesia_240926-114.jpg)
Perbesar
Penelusuran Bola.com mencatat, komposisi starter tanpa satu pun pemain kelahiran Indonesia ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah Timnas Indonesia.
"Ya. Begini, ini adalah susunan pemain yang terdiri dari orang-orang yang ingin mewakili negara ini dan bersedia naik pesawat, bekerja keras," ujar Herdman dalam konferensi pers setelah pertandingan.
"Melakukan tekel 50-50, serta bermain dengan semangat, gairah, dan hati untuk para suporter di sini. Penting untuk menghormati hal tersebut," jelasnya.
Memasuki babak kedua, Herdman melakukan lima pergantian. Dua di antaranya merupakan pemain kelahiran Indonesia, yakni Rayhan Hannan dan Rizky Ridho.
"Menurut saya, pemain lokal tidak berbeda. Tidak ada pemain lokal, tidak ada pemain diaspora. Kami adalah Indonesia," tutur Herdman.
"Kami mewakili bendera, kami menyanyikan lagu kebangsaan, dan kami berdiri bersama setiap saat. Ini adalah pola pikir yang harus kami ubah. Kami harus mengubah pola pikir tersebut."
"Orang-orang ini sekarang adalah orang Indonesia. Mereka senang bermain untuk kalian," ucap arsitek asal Inggris tersebut.
Timnas Indonesia menutup laga dengan kemenangan dua gol tanpa balas atas Singapura.
Gol pertama dicetak Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13, disusul eksekusi penalti Ole Romeny pada menit ke-74.
"Dan ketika mereka mulai menghindari tekel atau berhenti berlari dalam pertandingan, barulah Anda bisa mengajukan pertanyaan tersebut," imbuh Herdman.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia
Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358495/original/095484100_1790352802-033A0157.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membuka perjalanan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan penalti Ole Romeny pada menit ke-73 memastikan tiga poin. Tim tamu kian tertekan setelah Safuwan Baharudin menerima kartu merah.
Di balik skor tersebut, data pertandingan menampakkan beberapa catatan penting: akurasi tembakan yang rendah, eksekusi bola mati yang belum efektif, serta jumlah pelanggaran yang tinggi. Angka-angka berikut dirangkum dari laporan Bola.com.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358492/original/079282100_1790352801-033A9389.JPG.jpeg)
Perbesar
Sejak sepak mula, Indonesia mampu menjaga ritme dan arah permainan, meski beberapa kali kesulitan membongkar pertahanan kompak lawan.
Penguasaan bola berpihak kepada skuad asuhan John Herdman dengan 57 persen, sedangkan Singapura mencatat 43 persen.
Sepanjang laga, Singapura lebih banyak menunggu dan merespons serangan, sementara Indonesia mengendalikan aliran bola.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358497/original/044779400_1790352954-033A0030.jpg.jpeg)
Perbesar
Indonesia menciptakan peluang lebih banyak dengan total 11 tembakan. Di sisi lain, Singapura hanya melepaskan tiga percobaan ke arah gawang.
Efektivitas menjadi pekerjaan rumah: hanya dua tembakan Indonesia yang tepat sasaran atau kurang dari 20 persen akurasi. Adapun Singapura mencatat keakuratan 33,33 persen.
Situasi bola mati tidak memberi keuntungan berarti bagi Indonesia. Peluang dari skema set-piece yang berlimpah belum mampu dikonversi menjadi gol.
Dari sisi sepak pojok, Indonesia memperoleh 11 kesempatan, sementara Singapura tidak mendapatkan satu pun.
Pada tembakan bebas, Singapura mencatat 19 free kicks dan Indonesia 10. Tak ada satu pun situasi bola mati tersebut yang berujung gol.
Jumlah pelanggaran tergolong tinggi. Indonesia melakukan 16 pelanggaran, sedangkan Singapura 10.
Dari sisi disiplin, Indonesia menerima satu kartu kuning.
Singapura mendapat dua kartu kuning yang seluruhnya diterima Safuwan Baharudin hingga berujung kartu merah dari wasit.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia