Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, memperketat penertiban peredaran minuman beralkohol (miras) ilegal melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Sorong Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pengendalian, Pengawasan, dan Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sorong Musa Fonataba di Sorong, Jumat, mengatakan penerbitan Perwali tersebut menjadi dasar pemerintah daerah itu untuk memperkuat pengawasan sekaligus menindak peredaran minuman beralkohol yang tidak memenuhi ketentuan.
"Perwali ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan pengendalian, pengawasan, sekaligus penertiban terhadap peredaran minuman beralkohol di Kota Sorong," katanya.
Ia menjelaskan penertiban dilakukan menyusul masih ditemukannya penjualan minuman beralkohol tanpa legalitas serta peredaran minuman beralkohol ilegal di sejumlah tempat di Kota Sorong.
Pemkot Sorong, kata dia, telah membentuk tim yang melibatkan sejumlah instansi teknis untuk melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang menjual minuman beralkohol.
Pemeriksaan mencakup kelengkapan dokumen usaha, kesesuaian lokasi, jenis minuman yang diperjualbelikan, serta pemenuhan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
"Jadi yang kita tertibkan adalah tempat-tempat yang tidak memenuhi ketentuan. Pemerintah akan melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai aturan," ujarnya.
Musa mengatakan penertiban juga menyasar peredaran minuman beralkohol ilegal dan oplosan, termasuk saguer atau bobo serta cap tikus oplosan yang tidak diizinkan.
Menurut dia, pemerintah akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penindakan terhadap tempat yang terbukti menjual minuman ilegal setelah melalui proses pemeriksaan dan rekomendasi instansi teknis.
Selain itu, kata dia, pemerintah melakukan penataan terhadap pengecer minuman beralkohol yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan atau berada di bawah jaringan distributor.
Dia menekankan pelaku usaha yang masih ingin menjalankan kegiatan penjualan beralkohol diarahkan memenuhi ketentuan perizinan melalui sistem online single submission (OSS) dan memperoleh rekomendasi dari instansi teknis sesuai jenis usahanya.
"Saat ini kita sudah memberikan rekomendasi kepada 30 tempat usaha untuk menyelesaikan izin usaha minuman beralkohol jenis atau golongan A, B dan C," katanya.
Musa menegaskan rekomendasi pemerintah daerah setempat bukan merupakan izin final karena pelaku usaha tetap harus menyelesaikan seluruh proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Pemkot Sorong terus melakukan pemeriksaan terhadap tempat hiburan malam dan lokasi usaha lainnya yang menjual minuman beralkohol untuk memastikan kegiatan tersebut memiliki legalitas dan memenuhi persyaratan.
Musa mengatakan kebijakan penertiban tersebut juga bertujuan agar peredaran minuman beralkohol di Kota Sorong dapat dikendalikan sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat.
Ia menambahkan pemerintah daerah ini tidak menginginkan adanya praktik penjualan minuman beralkohol secara sembunyi-sembunyi maupun pembayaran tidak resmi kepada oknum tertentu dalam proses pengawasan dan penertiban.
"Kalau mau berusaha, silakan mengikuti aturan dan melengkapi perizinan. Pemerintah akan menertibkan yang tidak sesuai dengan ketentuan," katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jumat, 11 September 2026 16:20 WIB
KRI Leuser-924 melintas pada operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026). Sebanyak tiga armada kapal TNI Angkatan Laut yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 dilibatkan tim SAR gabungan untuk mengoptimalisasi operasi pencarian lima orang wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/YU
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda hingga kini masih bertahan pada Level III (Siaga) seiring masih tingginya probabilitas terjadinya letusan lanjutan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa penetapan status tersebut merujuk pada analisis komprehensif Badan Geologi terhadap dinamika vulkanisme Gunungapi Anak Krakatau.
"Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya dinilai masih tinggi," kata dia.
Berton memaparkan bahwa meski periode erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam sejak 4 September telah berakhir, Gunung Anak Krakatau kini beralih memasuki fase erupsi Strombolian episodik yang tercatat sebanyak 14 kali hingga Jumat pagi.
Dari evaluasi kegempaan, gempa vulkanik dangkal memang terpantau menurun, namun gempa vulkanik dalam justru mengalami kenaikan yang mengindikasikan masih berlangsungnya suplai magma dari kedalaman.
Hasil pengamatan pada 10-11 September 2026 mencatat terjadinya satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Vulkanik Dalam, serta tremor menerus.
Ancaman bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat saat ini meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.
Atas pertimbangan status Siaga Level III tersebut, BNPB mengingatkan kepada masyarakat, wisatawan, maupun pendaki bahwa melakukan aktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif adalah dilarang.
BNPB juga mengimbau masyarakat pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang, beraktivitas normal, serta tidak memercayai isu tsunami yang dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau apabila tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul:
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Berkembangnya belanja online memunculkan banyak pengusaha-pengusaha yang ikut menjual produknya di ranah internet. Namun, ini juga menimbulkan tantangan baru untuk mengembangkan bisnisnya.
Salah satu entitas Blibli, FAS mencoba menjawab tantangan itu. Tak hanya menawarkan layanan warehouse, namun juga menawarkan solusi operasional membantu brand untuk bisa bertumbuh.
"FAS disini, itu bertujuan untuk membantu brand. Jadi kita pengen brand itu untuk grow. Jadi secara overall, yang kita lakukan disini servisnya adalah membantu brand untuk grow lewat beberapa aspek," kata Alvin Hadibowo, Commercial Director FAS, di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Dia menjelaskan FAS menawarkan layanan operasional, sales, marketing, hingga Value Add Services untuk bisnis. Misalnya pada layanan operasional untuk fullfilment, pengiriman, cold chain, hingga customer care.
Layanan bukan hanya untuk online tapi juga bisnis yang ingin bertumbuh secara offline. Karena sekarang ada banyak bisnis online yang ingin juga mulai masuk ke ranah offline.
"Hari ini mungkin kurang sebanyakan dari brand memulai bisnisnya dari online, bukan dari offline. Kemudian setelah online bisnisnya mulai dikenal sama masyarakat, supaya barang-barang ini valuable, di market, toko," ungkapnya.
Layanan FAS juga bisa membantu di tengah keluhan banyak usaha online yang mengalami kenaikan biaya admin hingga logistik. Yakni melalui website sendiri dan tidak terlalu bergantung dengan marketplace.
"Mereka bisa dapet data yang lebih complete di update. Hingga bisa kustomisasi experience untuk customer," kata dia.
FAS juga membuka layanan untuk lebih banyak klien. Bukan hanya Blibli saja, yang memang menjadi klien terbesar FAS.
Operations Director FAS, Bayu Sudjono mengatakan pihaknya melayani atas nama brand. Usaha-usaha itu berjualan kemana baik offline maupun online.
"Brands ini kan bisa jualan ke mana aja ya. Toko jual ke mana aja. Warung Madura juga bisa pun kita jual, kalau kita ngomongin offline. Online , mereka membuat website sendiri, contoh brandA.com gitu ya, itu juga. Tidak hanya Blibli saja," ucapnya.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Timika (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membangun fasilitas air bersih menerapkan teknologi Reverse Osmosis (RO) mengubah air payau atau asin menjadi air bersih layak konsumsi di Kampung Ipaya, Distrik Amar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Mimika Awaludin Sully di Timika, Jumat, mengatakan pembangunan akan dilaksanakan tahun 2026.
"Hari Senin (7/9), kami sudah turun ke Ipaya dan bertemu dengan masyarakat di sana untuk menyampaikan hal ini. Masyarakat mendukung pembangunan fasilitas air bersih karena mereka sangat membutuhkan air bersih untuk konsumsi dan juga pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar dia.
Ia mengatakan di Kampung Ipaya akan dibangun dua unit fasilitas pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 10 ribu liter.
"Kami akan bangun dua WTP di Ipaya kapasitas 10 ribu liter , dua unit jadi 20 ribu liter. Kami juga langsung bangun jaring distribusi utama dengan sambungan rumah langsung ke sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, gereja dan juga sekolah " ujar dia.
Sebelumnya, Dinas PUPR Mimika bekerja sama dengan BRIN telah membangun sejumlah sarana dan prasarana fasilitas air bersih menggunakan teknologi RO di Kampung Amar Distrik Amar, Kampung Uta Distrik Mimika Barat Tengah, Kampung Kokonao Distrik Mimika Barat, Kampung Atuka Distrik Mimika Tengah.
Namun, dalam pengelolaannya belum dilakukan secara optimal sehingga untuk mengatasi masalah tersebut Dinas PUPR Mimika juga telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menangani pengelolaan fasilitas air bersih tersebut secara profesional agar pelayanan sarana air bersih dapat dilakukan secara optimal.
"Kendala kenapa tidak jalan optimal karena masalah di pengelolaan karena untuk mengelola itu anggarannya besar dan yang mengelola juga harus diberikan pelatihan sehingga dapat merawat fasilitas tersebut secara optimal," ujar dia.
Saat ini PUPR Mimika telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pengelolaan secara profesional terhadap sejumlah fasilitas air bersih yang telah di bangun oleh pemerintah di wilayah pesisir Mimika.
"Kami sudah berkontrak dengan pihak ketiga dan pihak ketiga yang mengelola ini juga nanti nanti akan dilatih oleh BRIN terkait hal-hal berhubungan dengan seluruh proses pengelolaan air RO dan juga pemeliharaan fasilitas pendukung teknologi itu, sehingga fasilitas itu tetap terjaga," ujar dia.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat di wilayah pesisir yang telah dibangunkan fasilitas dan sarana prasarana air bersih agar ikut menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pandeglang (ANTARA) - Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan temuan pelampung dari hasil pencarian di hari ketiga, Kamis (10/9) bukan milik kapal tim jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," katanya di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat.
Hal tersebut juga diperkuat berdasarkan keterangan dari pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi, yang telah diinvestigasi oleh pihak kepolisian.
Sandi saat dikonfirmasi di lokasi yang sama juga memastikan pelampung yang ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 pada operasi pencarian di hari ketiga bukan merupakan peralatan keselamatan milik kapal yang disewakannya untuk tim jurnalis berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Sandi menegaskan kapalnya telah dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang lengkap ketika berangkat dengan beragam warna.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal di hari keempat pencarian lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau ke empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan ke-13 alutsista yang diterjunkan untuk operasi hari keempat, yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta penguatan tugas dan fungsi keimigrasian ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang dalam upaya pengawasan aktivitas orang asing di ujung barat Indonesia itu.
"Pengawasan terhadap orang asing yang masuk, tinggal, maupun beraktivitas di wilayah Sabang harus dilakukan secara ketat," kata Kakanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, di Sabang, Aceh, Jumat.
Dalam arahannya, Tato menegaskan pentingnya penguatan fungsi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) di sana, mengingatkan letak geografis Sabang yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.
Kemudian, Sabang juga merupakan jalur lintas perdagangan strategis. Maka, pengawasan terhadap orang asing yang masuk, tinggal, maupun beraktivitas di wilayah Sabang harus dilakukan secara ketat, terpadu dan berkesinambungan, dan wajib bersinergi dengan instansi lainnya.
"Sinergi dengan instansi terkait melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di tingkat kota harus terus dioptimalkan guna mendeteksi secara dini potensi pelanggaran keimigrasian maupun gangguan keamanan," ujarnya.
Selain itu, Kakanwil Ditjen Imigrasi Aceh juga menegaskan bahwa pelayanan keimigrasian harus senantiasa mengedepankan prinsip transparansi, kecepatan, dan kepastian hukum.
Sabang, kata dia, sebagai gerbang maritim barat Indonesia memiliki dinamika perlintasan yang unik, sehingga kesiapan jajaran imigrasi melayani pelintas batas maupun wisatawan mancanegara menjadi cerminan wajah imigrasi secara nasional.
"Pelayanan prima adalah harga mati. Pastikan setiap prosedur dijalankan sesuai SOP tanpa ada pungutan liar, serta berikan kemudahan bagi pemohon layanan keimigrasian dengan tetap memegang teguh prinsip tata kelola pemerintahan yang baik," demikian Tato Juliadin Hidayawan.
Monev ini, diharapkan dapat memotivasi jajaran pegawai Kantor Imigrasi Sabang untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas tinggi, serta adaptif terhadap berbagai kebijakan baru di bidang keimigrasian, guna mendukung kemudahan pariwisata, serta investasi yang aman dan tertib.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - AceKid menghadirkan Ace Fresh Journey dengan mengajak lebih dari 30 ibu dan orang tua Indonesia, bersama Brand Ambassador, figur publik, expert, dan mitra AceKid, melihat langsung ekosistem produksi FEIHE AceKid di Qiqihar dan Smart Factory di Harbin, China.
Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Lucky Zheng mengatakan perjalanan tersebut merupakan bagian dari komitmen AceKid untuk memberikan transparansi yang lebih menyeluruh kepada orang tua.
“Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga," katanya melalui siaran pers, Jumat.
Ia mengatakan, melalui Ace Fresh Journey, pihaknya memperlihatkan proses tersebut secara langsung dari peternakan hingga menjadi susu formula.
Transparansi mengenai sumber susu dan proses produksi menurutnya menjadi bagian penting dalam membantu orang tua memahami produk nutrisi yang dipilih untuk anak.
Tidak hanya mencermati informasi pada kemasan, orang tua juga perlu mengetahui dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga hingga menjadi produk akhir.
Dengan transparansi ini, ia berharap orang tua dapat lebih yakin terhadap kualitas dan keamanan produk sekaligus melihat secara nyata makna.
Para peserta mengikuti perjalanan mulai dari peternakan, proses pemerahan dan pengumpulan susu segar, hingga manufaktur dan pengendalian kualitas untuk memahami proses di balik pesan “Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik”.
Sebelum mengikuti Ace Fresh Journey, Denny Sumargo selaku Brand Ambassador AceKid mengaku belum pernah benar-benar memikirkan sejauh mana sumber susu dan proses produksinya perlu diketahui oleh orang tua.
"Selama ini kita mungkin lebih banyak melihat informasi yang ada di kemasan tanpa benar-benar tahu bagaimana produk tersebut dibuat," kata Denny.
Setelah melihat langsung peternakan sampai proses produksinya, ia baru memahami bahwa dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga ternyata sama pentingnya.
Keterbukaan seperti ini membuat orang tua bisa memahami produk dengan lebih lengkap dan lebih yakin dalam menentukan pilihan untuk anak.
Pengalaman serupa dirasakan Ryana Dea seorang aktris dan juga ibu yang sebelumnya belum pernah melihat bagaimana kualitas susu dijaga sejak dari peternakan.
“Setelah datang langsung, saya baru tahu bahwa kualitas susu sudah dijaga sejak dari lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pakan, sampai proses pemerahan," katanya.
Ryana Dea mengaku jadi semakin paham kenapa mengetahui sumber susu juga penting bagi orang tua.
"Apalagi setelah rutin memberikan AceKid, dari pengalaman pribadi saya anak terasa lebih nyaman dan tidak lagi sering rewel karena kembung setelah minum susu,” ungkap Ryana.
FEIHE AceKid memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara.
Proses pemerahan dilakukan secara otomatis dan terjadwal, sementara susu segar langsung didinginkan pada suhu 0–4°C dan dikirim ke fasilitas produksi dalam waktu sekitar dua jam.
Susu segar yang dihasilkan juga diklaim memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa.
Di FEIHE AceKid Smart Factory, susu segar sebagai komposisi utama diproses melalui One-Step Fresh Process untuk membantu mempertahankan nutrisi alaminya.
Setiap batch produk harus melewati 25 tahapan proses produksi dan 411 pemeriksaan kualitas sebelum dinyatakan memenuhi standar.
Selama lebih dari 64 tahun, FEIHE juga mencatatkan rekam jejak zero food safety accident sebagai bagian dari konsistensinya menjaga keamanan dan kualitas produk. (*)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kehadiran pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara, di sepak bola Italia bersama Como 1907, membuat paradigma dan warna baru.
Como memang baru menjalani debut dalam UEFA Champions League, tetapi klub Serie A ini sudah menjadi sorotan. Dengan segala keterbatasan, Como mencoba bersaing di pentas tertinggi.
Presiden klub Como 1907, Mirwan Suwarso, menyebut sepak bola Italia bisa bangkit lagi sebagai salah satu tolok ukur sepak bola dunia, yang kini telah dikuasai Liga Inggris dan Spanyol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
Hal tersebut diucapkan Mirwan ketika ditanya soal potensi Como sebagai sebuah klub telah mencapai tahap maksimal. Bagi Mirwan, sepak bola Italia punya citarasa yang khas dan kuat.
"Basis penggemar lokal [Como 1907] memang terbatas, tetapi basis penggemar yang dapat kami jangkau secara global tidak terbatas," kata Mirwan kepada La Repubblica dilansir Tutto Mercato.
"Itu sepenuhnya bergantung pada kemampuan kami untuk berkembang melalui pemasaran, branding, dan komunikasi," ucap orang kepercayaan Hartono bersaudara tersebut menjelaskan.
Sejak mengakuisisi Como pada 2019, klub di tepi Danau Como ini mengalami transformasi yang signifikan. Mirwan percaya Como dan klub Italia lainnya bisa terus berkembang.
"Kami tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi tentang siapa kami sebagai manusia, siapa kami sebagai sebuah tempat. Inilah yang seharusnya menjadi fokus sepak bola Italia."
"Apa yang dimiliki Liga Premier yang tidak kita miliki? Uang. Namun kita memiliki sejarah, seni, makanan, dan gairah. Tim dari kota-kota indah seperti Lecce atau Salerno bisa sangat menarik," ujarnya.
Como mengawali debut di Liga Champions dengan sempurna setelah mengalahkan Leipzig 4-1 pada Jumat (11/9) dini hari WIB. Tim arahan Cesc Fabregas berhasrat bikin kejutan di laga-laga selanjutnya.
[Gambas:Video CNN]
(abs/jun)
Padang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menggagalkan aksi tawuran antar kelompok pemuda yang nyaris terjadi di Jl By Pass kota setempat pada Jumat siang.
Aksi tawuran yang meresahkan masyarakat itu digagalkan oleh Tim Khusus (Timsus) Bravo Polresta Padang bersama Tim Patroli antisipasi penyakit masyarakat.
"Dari penindakan ini kami mengamankan satu orang pelajar dan satu bilah senjata tajam jenis celurit," kata Ketua Timsus Bravo Polresta Padang Ipda Dicki Muchri di Padang.
Ia mengatakan pelaku beserta senjata tajam itu langsung dibawa ke Kantor Polresta Padang lalu diserahkan ke Piket Reserse Kriminal (Reskrim) untuk menjalani pemeriksaan secara hukum.
Pelaku yang diamankan adalah GFP berusia 16 tahun, masih berstatus sebagai pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Padang.
Pelaku menyangkal bahwa senjata tajam itu adalah miliknya, melainkan milik teman yang ia bonceng dan berhasil melarikan diri.
Dikci menjelaskan penindakan itu berawal ketika Polisi menerima informasi adanya sekelompok anak muda yang dicurigai hendak melakukan tawuran.
Informasi masyarakat itu langsung ditindaklanjuti oleh Timsus Bravo Polresta Padang dengan cara mendatangi lokasi yang disebutkan guna melakukan pemantauan awal.
"Dari hasil pemantauan memang benar didapati adanya sekelompok pemuda yang berkumpul lalu melakukan konvoi di Jalan By Pass Padang menggunakan sepeda motor," katanya.
Polisi langsung membuntuti konvoi sepeda motor tersebut dengan jumlah mencapai sepuluh unit kendaraan, beberapa pelaku tampak membawa senjata tajam.
"Kami menduga konvoi itu adalah momentum mereka untuk mencari atau menuju ke tempat lawan, sehingga langsung dilakukan penindakan sebelum tawuran terjadi," jelasnya.
Ia mengatakan penindakan dilakukan ketika rombongan berada di Simpang Ketaping, Jalan By Pass Padang setelah dibuntuti sekian waktu.
Saat menyadari kedatangan Polisi, gerombolan tersebut langsung pecah dan berusaha lari demi meloloskan diri.
Atas kejadian itu, Polisi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus memantau dan mengawasi aktivitas anak masing-masing sehingga tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.
Jakarta -
Sertifikat vila di Bogor yang menjadi hak Ruben Onsu, dalam kesepakatan perceraian ternyata masih di tangan Sarwendah. Pihak Ruben, mengaku sudah meminta dokumen tersebut, tetapi belum juga diserahkan.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap persoalan itu saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, pihak Ruben sebelumnya telah melayangkan surat untuk meminta sertifikat aset yang berdasarkan kesepakatan perceraian menjadi bagian Ruben.
Namun, permintaan tersebut ditolak pihak Sarwendah. Alasan yang disampaikan adalah aset tersebut masih memiliki cicilan atau tanggungan bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya dokumennya ada di dia (Sarwendah) juga. Nah, karena Pasal 5 mengatakan, 'Maka para pihak dengan ini saling memberikan persetujuan dan kuasa untuk menjual, mengalihkan, menjaminkan dengan cara apa pun tanah dan bangunan yang menjadi haknya masing-masing.' Kita bersurat, 'Tolong dong, surat-surat itu berikan dong.' Nggak diberikan," ujar Minola Sebayang.
Minola juga mengungkap alasan pihak Sarwendah belum menyerahkan sertifikat tersebut.
"Ditolak sama dia. Alasannya apa, Bang? Alasannya karena masih ada cicilan," kata Minola.
Persoalan itu menurut Minola bukan lagi sekadar masalah pembagian aset. Ia bahkan, melihat adanya potensi persoalan hukum apabila dokumen yang berkaitan dengan aset milik Ruben tetap berada di tangan pihak lain.
"Ini lebih, sebenarnya lebih sedikit ada unsur pidananya. Penggelapan. Karena dia tahu betul itu sudah menjadi bagiannya Ruben," ungkapnya.
Minola menegaskan, kesepakatan pembagian aset tersebut telah ditandatangani Ruben Onsu dan Sarwendah. Dalam kesepakatan itu, masing-masing pihak disebut menguasai aset yang menjadi bagiannya.
Kedua pihak, juga disebut telah memberikan persetujuan dan kuasa apabila aset tersebut nantinya hendak dijual, dijaminkan, diagunkan, maupun dialihkan.
"Dia sudah tanda tangan juga, dikuasai masing-masing dan harus memberikan persetujuan kalau memang bagian itu ingin dijual, dijaminkan, atau diagunkan, atau dialihkan. Tapi ketika kita minta suratnya, nggak dikasih," tegas Minola.
Minola turut membeberkan pembagian aset yang sebelumnya telah disepakati dalam perceraian Ruben dan Sarwendah. Sarwendah disebut mendapatkan rumah di Cilandak dan Rempoa serta tiga mobil, salah satunya Mercedes-Benz.
Sementara Ruben disebut mendapatkan sebuah vila. Namun, Minola menyebut status dokumen kepemilikan vila tersebut juga belum seluruhnya berupa Sertifikat Hak Milik (SHM).
"Yang dia dapat itu rumah Cilandak. Yang dia dapat itu rumah di Rempoa. Dan ada tiga mobil kalau nggak salah saya. Ya. Nah, salah satunya Mercy. Yang dapat Ruben apa? Ya sisa itu. Cuma sisa itu juga sertifikatnya... semuanya rata-rata atas nama S. Dan statusnya juga belum sertifikat hak milik. Ada yang masih AJB. Dengan tanah-tanah yang masih girik gitu loh. Artinya, yang semuanya dokumennya ada di dia juga," tutup Minola Sebayang.
(fbr/wes)